Notification

×

Tim Penggerak PKK Kabupan Melawi Programkan Pencegahan Kasus Stunting Dari Hulu

Rabu, 18 Januari 2023 | 06.49 WIB Last Updated 2023-01-18T14:49:58Z
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi


PONTIANAKNEWS.COM (MELAWI) - Pernikahan usia dini merupakan salah satu faktor tingginya terjadinya kasus stunting di Kabupaten Melawi, angka pernikahan usia dini di kabupaten ini cukup tinggi.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Melawi, Raisya Sarbina Dadi, Ia mengatakan guna mengantispasi hal tersebut di tahun ini, sosialisasi dari hulu menjadi program dalam upaya percepatan stunting di Melawi.

 

"Di tahun ini TP PKK Melawi sudah menyusun beberapa program yang akan dijalankan. Salah satunya tentang percepatan penurunan stunting dari hulu," ujarnya Rabu (18/1).

 

Dalam upaya percepatan penurunan stunting, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Melawi akan melakukan sosialisasi pencegahan dengan sasaran dari hulu.

 

Sosialisasi itu menyasar pada Pusat Informasi dan Konseling Remaja, lalu memberikan pengetahuan tentang seribu hari pertama kehidupan, pola hidup bersih dan sehat serta pemberian jamban.

 

Lebih dalam ia melanjutkan sosialisasi ini akan dilakukan oleh dirinya dan para kader PKK. Mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.

 

"Kami juga miliki WA grup. Dari grup itu kami juga bisa memantau angka stunting," ujarnya.

 

Di tahun ini juga ada program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil melalui dana desa. Rencana saat program itu dilakukan ia akan turun langsung ke desa-desa.

 

Memperjuat program ini, PKK juga akan mensinkronkan program dari Dinas-dinas yang ada. Utamanya yang bersinggungan dengan percepatan penurunan stunting.

 

Dari datanya, ada 15 desa lokus stunting yang berada di delapan kecamatan. Iapun minta pemahaman generasi muda tentang stunting harus digalakkan. Mulai dari pemenuhan makanan bergizi, hingga saat hamil perlu nenperhatikan seribu hari kehidupan. Semua harus dipahami. Termasuk pemahaman tentang sistem reproduksi jika terlalu dini menikah juga tak baik.(tim liputan**).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update