Notification

×

Setelah Hijrah Ekstrim, Mirani Mauliza Kini Melaunching Buku Hijrah Qalbu, Begini Pesannya

Senin, 23 Januari 2023 | 15.43 WIB Last Updated 2023-01-24T21:56:59Z
Setelah Hijrah Ekstrim, Maurini Mauriza Kini Melaunching Buku Hijrah Qalbu


PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) – Setelah sukses meluncurkan buku dengan judul Hijrah Ekstrim, kini buku kedua yang berjudul Hijra Qalbu, Ini merupakan buku yang dtulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang sempat berada di titik terendah hidupnya yang mengalami kebangkrutan, dipenjara hingga kembali sukses.

 

Adalah Mirani Mauliza sang penulis buku saat launching buku keduannya yang digelar di Qubu Resort itu mengatakan bahwa bila saat ini ada yang sedang dalam ujian Allah SWT dan berada di titik terendah hendaknya introspeksi diri atau Muhasabah, kemudian memperbaiki diri.

 

“Allah SWT memberikannya ujian masalah agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” ucapnya.

 

Mirani Mauliza menceritakan dirinya pernah bangkrut menanggung hutang milyaran rupiah hingga dipenjara, tetapi berkat dukungan orang tua, suami,  mertua dan semua keluarga kini dirinya mampu bangkit.

 

Ada 10 Dosa Yang Ia Muhasabah Agar Pertolongan Allah SWT Segera Datang

 

Pertama Dosa Syirik, kedua Meninggalkan Sholat, ketiga Tidak memuliakan orang tua, berbuat zina, memakan harta haram, meminum khamr, memutus silaturahmi, berbohong,  kikir, ghibah.

 

"Bila saat ini ada yang sedang dalam titik terendahnya, yang harus dilakukan pertama yakni perbaiki dulu hubungan kita dengan Allah, cara memperbaikinya dengan tobat, kita list apa dosa-dosa kita, kita muhasabah, lalu kita perbaiki hubungan dengan Allah," ungkapnya.

 

Mirani Mauliza juga mengatakan, banyak orang bahkan dirinya dulu ketika merasa sukses, lupa terhadap keluarganya, tidak memuliakan orang tua atau keluarga lebih dahulu namun menyenangkan orang lain.

 

“Banyak orang lupa bahwa kesuksesan yang dicapai merupakan dukungan orang tua, doa orang tua,” ujarnya.

 

Kepada anak-anak muda saat ini, ia berpesan saat ini merupakan moment untuk Berperan bukan Baperan.

 

“Apa yang ditanam itulah yang akan manusia panen, oleh sebab itu, baiknya tanamlah kebaikan sejak saat ini agar dimasa yang akan datang akan senantiasa mendapatkan kebaikan,” pungkasnya. (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update