Notification

×

Polisi Intensifkan Patroli Di Wilayah Kecamatan Sunga Raya Antisipasi Karhutla

Kamis, 19 Januari 2023 | 05.31 WIB Last Updated 2023-01-19T13:31:16Z
Polisi Intensifkan Patroli Di Wilayah Kecamatan Sunga Raya Antisipasi Karhutla

PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) -  Aparat Kepolisian gencarkan Patroli diwilayah titik hotspot yang sudah mulai bermunculan, Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Raya mengintensifkan patroli dengan mendatangi daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

 

Dalam keterangannya Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, S.H., S.I.K melalui Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholand Saragih, S.H., mengatakan pihaknya mengintensifkan patroli dengan mendatangi daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sambil melakukan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan perkebunan guna mencegah kebakaran.

 

"Sudah ada beberapa lahan di Kecamatan Sungai Raya yang terbakar karena memang daerah-daerah tersebut rawan kebakaran lahan antara lain di Desa Parit Baru, di daerah Desa Sungai Raya Dalam ujung, Di daerah Desa Limbung dan daerah Desa Arang Limbung,” jelas AKP Hasiholand Saragih.

 

Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiholand Saragih, S.H, menjelaskan personil Polsek Sungai raya bersama Team Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD, Damkar Wonodadi II dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kabupaten Kubu Raya, secara rutin melakukan Patroli bersama serta melakukan pemadaman dan pendingingan lahan terhadap titik hotspot yang dapati dari Aplikasi Lancang Kuning dan Lapan.

 

“Tidak hanya itu saja Team Gabungan tersebut bersama Pemerintahan Desa setempat pun melakukan himbauan kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan perkebunan sehingga menghidari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ucap Kapolsek Sungai Raya ini.

 

AKP Hasiholand Saragih menyampaikan setiap orang dengan sengaja dan terbukti melakukan pembakaran hutan, maka terancam hukum pidana sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Ancaman hukumannya penjara 10 tahun dan denda Rp 15 miliar.

 

"Untuk itu, kami meminta masyarakat, khususnya di Kecamatan Sungai Raya mari sama-sama mengantisipasi kejadian karhutla yang dapat merusak keseimbangan alam dan lingkungan," pungkasnya. (tim liputan)

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update