Notification

×

Ternyata Baru 30 Persen Bidan Terlatih Dan Cakap Berikan Layanan Akseptor

Senin, 28 November 2022 | 19.08 WIB Last Updated 2022-11-29T03:08:11Z
Saat Bidan Kalbar Ikuti Pelatihan dan Rakor Bersama BKKBN

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat, Muslimat mengatakan dari analisanya sebanyak tiga puluh persen bidan di Kalimantan Barat sudah terlatih dan cakap. Sedangkan tujuh puluh persen bidan lagi, secara bertahap akan diberikan pelatihan agar semakin cakap dalam pemberian layanan ke akseptor.

 

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat Muslimat usai membuka kegiatan Koordinasi Intensifikasi Pelayanan KB di Faskes pada hari Senin (28 November 2022).

 

"Dari info IBI, total bidan di Kalbar mencapai tujuh ribuan orang. Mereka tersebar dari kota hingga ke desa-desa. Dari tujuh ribuan bidan ini, mereka bertugas di fasilitas kesehatan rumah sakit, OPD KB dan praktek mandiri," ujar Muslimat.

 

Dari analisa Muslimat, tujuh ribuan bidan ini, kemungkinan baru tiga puluh persen bidan yang terlatih. Sisanya dipandang dia belum terlatih.

 

BKKBN dalam upaya memberikan pelatihan pada bidan sudah dilakukan secara bertahap. Namun karena anggarannya terbatas, sehingga pemberian pelatihan itu belum bisa dilakukan dengan melibatkan banyak bidan. "Di tahun ini kita ada memberikan pelatihan. Sudah dua angkatan dengan total tiga puluh orang," ungkapnya.

 

Adanya sosialisasi ini, diharap para bidan bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh tiap pemateri. Sebab pemateri disini sudah mengikuti Training of Trainers dan mereka sudah dapat materi dari pusat sehingga materi itulah yang disampaikan pada para peserta.

 

Dengan mendapatkan edukasi dari para pemateri, ingin dia para bidan ini juga dapat mengimplementasikan ilmu ini di tempat tugas masing-masing.

 

Lebih dalam Muslimat melanjutkan, dalam kegiatan ini para bidan juga akan diberikan tata cara pemasangan KB IUD Inserter. Cara pemasangan KB ini lebih mudah. Bahkan pemasangan pada pasca persalinan, KB ini juga sudah bisa dilakukan.

 

"Pemasangannya sangat praktis, kalau IUD pemasangannya harus tangan masuk ke rahim. Tetapi IUD inserter ini cukup dengan alat praktis bisa langsung masuk ke dalam rahim," ujarnya.

 

Muslimat berharap apa yang didapat, bisa dipraktekkan. Tidak hanya itu, harapan dia para bidan juga bisa menyebarkan informasi ini pada masyarakat dan bidan lain. (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update