Notification

×

Perkumpulan Merah Putih Bersama 24 Organisasi Etnis Di Kalbar Akan Ziarah Dan Doa Bersama Di Makam Juang Mandor

Minggu, 06 November 2022 | 03.43 WIB Last Updated 2022-11-06T11:43:42Z
Perwakilan Pengurus PMP Bersama Juru Kunci Di Makam 10 Makam Juang Mandor

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) – Jelang Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November mengenang jasa-jasa parah pahlawan pejuang yang telah gugur baik merebut Kemerdekaan dan mepertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat akan melaksanakan Ziarah dan Doa Bersama Tokoh-tokoh lintas Etnis yang ada di Kalimantan Barat.


Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PMP Kalimantan Barat, H Sukiryanto ketika dihubungi melalui selulernya, Ia mengatakan hal ini adalah untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia, puncaknya pada peristiwa heroik di Surabaya tahun 1945 banyak korban yang berjatuhan.


“Hal itu juga terjadi di Kalimantan Barat dan semua terekam dalam sejarah sebagai bukti sejarahnya adalah Makam Juang Mandor ini, banyak Tokoh di Kalimantan Barat ini yang kemudian mejadi Korban,” ungkapnya.


Untuk itu sebagai upaya mengenang jasa-jasa para pahlawan tersebut Perkumpulan Merah Putih (PMP) sebagai organisasi lintas etnis di Kalimantan Barat melakukan ziarah yang akan diikuti oleh Ketua-ketua Organisasi, Paguyuban, Perkumpulan Etnis di Kalbar.


Untuk mempersiapkan hal tersebut Pengurus PMP Kalbar kemudian melakukan persiapan dan mengunjungi Juru Kunci Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak yang saat ini dipercayakan kepada Unca Suherman.


Ketika ditemui perwakilan Pengurus Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat, Juru Kunci Makam Juang Mandor ini menyambut dengan sangat baik dan mengapresiasi inisiasi PMP Kalbar ini.


“Saya sangat menyambut baik inisiasi Perkumpulan Merah Putih (PMP) ini, Merah Putih adalah Sangsaka kita, dari semua etnis baik dari Etnis Batak, Jawa, Sunda, Dayak, Madura dan 24 Etnis ini benderanya sama Bendera Merah Putih mari kita jaga persatuan dan kesatuan dibawah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Unca Suherman.


Sebagai Juru Kunci Makam Juang Mandor ini, Unca Suherman mengakui banyak mengalami hal-hal yang berkaitan dengan sejarah para  pejuang dari Kalimantan Barat yang kemudian menjadi korban di Makam Juang Mandor ini.


“Dengan niat baik dari PMP Kalbar ini saya sangat bangga karena dengan begini anak cucu kita nanti mengerti  bagaimana jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia khususnya di Kalimantan Barat ini,” tambahnya lagi.


Pensiunan ASN di Dinas Kesehatan yang kemudian menjadi Juru Kunci Makam Juang Mandor ini juga mendorong pemerintah kembali menghidupkan pendidikan Moral Pancasila kepada generasi muda saat ini, dengan demikian bisa menjaga serta mengetahui sejarah Negara ini dan bisa mengikuti Moral Pancasila.


 “Sesuai dengan nama PMP ini saya jadi teringat dengan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang dulu menjadi bahan pembelajaran di sekolah, saya rasa ini perlu dihidupkan kembali, sesuai singkatan dari Perkumpulan Merah Putih (PMP) ini,” ujarnya.


Unca Suherman mengungkapkan bahwa “Bangsa Yang besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya” untuk itu Ia mengajak sebagai generasi penerus bangsa harus bisa meneladani semangat dan nilai kepahlawanan dengan menjadikan pahlawan sebagai panutan. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update