Notification

×

Kaban Kesbangpol Sintang Minta Masyarakat Rendah Hati Untuk Hindari Konflik

Sabtu, 26 November 2022 | 18.11 WIB Last Updated 2022-11-27T02:11:20Z
Kaban Kesbangpol Sintang Minta Masyarakat Rendah Hati Untuk Hindari Konflik

PONTIANAKNEWS.COM (SINTANG) - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Kusnidar meminta Masyarakat untuk rendah hati dan selalu menjaga persatuan serta kesatuan agar menghindari munculnya konflik.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Kusnidar saat menjadi narasumber pada kegiatan  Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Penanganan Konflik Secara Kolaboratif di Balai Kemitraan Polres Sintang pada hari Kamis (24 November 2022).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan Selimin, SE, M. Si Staf, Focus Group Discussion (FGD) Manajemen Penanganan Konflik Secara Kolaboratif tersebut diselenggarakan oleh Polres Sintang, diikuti oleh anggota Forkopimda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Sintang, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa dan organisasi masyarakat.

 

Pada FGD tersebut ada tiga orang narasumber yakni  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang, Dansat  Brimob Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Muhammad Guntur dan Rektor Universitas Kapuas Dr. Antonius, S.Hut, MP.

 

Kaban Kesbangpol, Kusnidar menyampaikan konflik di tengah masyarakat, tidak gampang untuk dipulihkan.

 

“Maka harus kita cegah secara bersama-sama. Kita ini beragam dan keberagaman ini bisa disatukan, jika masyarakat bisa dan mau memiliki sikap rendah hati. Orang yang rendah hati, akan bisa menghargai keberagaman dan perbedaan. Tetapi persatuan tidak bisa dijaga ketika ketika orang rendah diri. Kita memiliki 300 organisasi masyarakat di Kabupaten Sintang. Dan banyak ormas tidak percaya diri dan rendah diri. Maka ormas ini terus kita bina, agar kelompok mayoritas dan minoritas harus percaya diri,” terang Kusnidar.

 

Kusnidar mengatakan ketika ada kelompok yang merasa minoritas, mereka harus percaya diri bahwa ada kelompok mayoritas yang akan melindungi. Kelompok mayoritas juga harus percaya diri bahwa mereka akan melindungi kelompok minoritas. Kalau itu dibangun, maka upaya pencegahan akan semakin mudah.

 

Sementara itu Komandan Satuan (Dansat)  Brimob Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Muhammad Guntur menyampaikan kata kunci dalam menyelesaikan konflik adalah kolaboratif semua elemen masyarakat.

 

“Kalbar ini memiliki potensi konflik yang cukup tinggi. Kalbar banyak investasi masuk dan memiliki beragam etnis. Polda Kalbar mencatat ada 125 potensi konflik di Kalimantan Barat dan salah satunya yang paling tinggi adalah konflik dengan investasi perkebunan. Potensi itu harus kita kelola dengan baik dengan sering-sering bertemu seperti ini,” beber Kombes Pol Muhammad Guntur.

 

Kombes Pol Muhammad Guntur mengatakan  Pemkab Sintang harus terdepan dalam menyelesaikan konflik. TNI dan Polri hanya mendukung dan membantu saja.

 

“Kita memang harus bersama-sama dan berkolaborasi dalam menangani konflik,” terang Kombes Pol Muhammad Guntur.

 

Ia mengajak semua untuk menjaga dengan baik karena menangani konflik itu lebih sulit, karenanya menjaga dan merawat perdamaian serta kondisi Kondusif itu lebih utama.

 

Hal yang sama disampaikan Rektor Universitas Kapuas, Dr. Antonius, S.Hut, MP menyampaikan bahwa konflik itu merugikan, mengganggu aktivitas dan pembangunan.

 

“Aman itu nyaman. Ketika aman, kita tidak akan was-was lagi. Tetapi kalau tidak aman, kita merasa waspada dan was-was. Keamanan dan kedamaian itu harus diupayakan secara pribadi antar pribadi. Kita sendiri dan semua menyadari pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan daerah kita,” terang  Antonius.

 

Rektor Universitas Kapuas, Dr. Antonius, S.Hut, MP mengatakan dalam mengatasi konflik, semua harus mengutamakan nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Itu harus dijadikan prinsip.

 

“Lepas dari kepentingan dan tidak memihak. Tetapi yang paling utama adalah pencegahan konflik,” pungkas Antonius. (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update