Notification

×

Ibu Muda Di Ketapang Ini Diduga Aniaya Anak Angkatnya Hingga Tewas

Selasa, 22 November 2022 | 07.43 WIB Last Updated 2022-11-22T15:43:42Z
Ibu Muda berinisial DI (34) Diduga Aniaya Anak Angkatnya Hingga Tewas

PONTIANAKNEWS.COM (KETAPANG)Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun yang ditemukan meninggal dunia beberapa hari yang lalu di Ketapang itu diduga karena tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh ibu angkatnya berinisial DI (34), Hal tersebut disampaikan Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana  melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan (MHS), Ipda Meinardus pada hari Senin (21 November 2022).

 

Kapolsek Matan Hilir Selatan (MHS), Ipda Meinardus mengatakan peristiwa penganiayaan itu berawal pada hari Jumat (18/11/2022) sekitar pukul 17.30 Wiba saat  terduga pelaku berinisial DI yang merasa kesal dengan tingkah laku korban yang sedang bermain di parit tanpa baju dan celana padahal sudah dimandikan sebelumnya.

 

“Pelaku berinisial DI yang merasa kesal dengan tingkah bocah malang itu kemudian langsung menarik paksa tangan korban, sehingga korban terseret di bongkahan semen  dan menyebabkan korban mengalami luka-lula pada bagian wajah kiri dan pantat kanan terkelupas lebar, setelah itu korban dimandikan kembali oleh pelaku dan dipakaikan baju kaos dan celana dalam,” terang Kapolsek Matan Hilir Selatan ini.

 

Kemudian korban diangkat oleh pelaku dengan menggunakan kedua tangan dan lalu dihempaskan dilantai kamar yang terbuat dari kayu yang menyebabkan kepala korban mengalami retak, kemudian pelaku juga menampar menggunakan telapak tangan pada bagian mulut dan hidung sebanyak dua kali sehingga mengeluarkan darah dari hidung.

 

Pelaku juga mencubit dengan cara diputar pada bagian lengan kanan dan lengan kiri masing-masing sebanyak dua kali, serta pelaku juga mencubit dengan cara diputar pada bagian perut sebanyak dua kali sehingga mengakibatkan luka kebiruan dan setelah itu korban terlihat tergeletak tidak bergerak.

 

Terduga pelaku DI yang melihat korban MF tidak bergerak, berusaha mencoba untuk bunuh diri dengan cara gantung diri dengan mengikatkan kain biru di kayu yang melintang di kamarnya setelah mengetahui korban telah meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Namun pada saat itu juga ada saksi Isnan (adik ipar pelaku) datang ke rumah pelaku dan mendapati korban tergeletak tak bergerak, sedangkan diduga pelaku DI mencoba gantung diri namun saat itu juga terselamatkan oleh Isnan yang meminta bantuan dengan tetangganya Parman, kemudian keduanya di bawa ke Puskesmas Singkup untuk dilakukan pengobatan.

 

Pada saat di lakukan tindakan medis, diketahui bahwa korban bocah malang tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia sedangkan pelaku DI hanya sakit ringan karena berusaha gantung diri.

 

Terduga pelaku berinisial DI kini terancam dengan pasal berlapis yaitu pasal 351 ayat (3) tentang Penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga serta Pasal 5 huruf a yang mengakibatkan matinya korban sebagaimana dalam pasal 44 ayat 3 UU no 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 338 ayat (3) KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara,” pungkas Kapolsek Matan Hilir Selatan (MHS), Ipda Meinardus. (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update