Notification

×

Pangkostrad Ajak LDII Berkolaborasi Tangani Permasalahan Air Bersih

Selasa, 18 Oktober 2022 | 18.57 WIB Last Updated 2022-10-19T01:57:13Z
Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso saat foto bersama dengan Pangkostrad 

PONTIANAKNEWS.COM (JAKARTA) - Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad)  Letnan Jenderal TNI maruli Simanjuntak menaruh perhatian terhadap kelangkaan air bersih di beberapa wilayah Indonesia.


Hal itu disampaikan saat menerima Ketua umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso dan jajaran ketika silaturahim di Markas Kostrad,  Selasa 18 Oktober 2022.


Dijelaskannya persoalan ketersediaan air akan menjadi masalah global, termasuk di Indonesia, sebagai dampak dari perubahan iklim.


"Laju perubahan iklim dan deforestasi diduga jadi penyebab kelangkaan air dunia, termasuk Indonesia. Maka perlu adanya upacara untuk menjamin ketersediaan air bersih," ungkap Letjen Maruli.


Dalam pertemuan tersebut,  ia juga mengapresiasi perkembangan LDII di tanah air dan berkeinginan untuk membangun kolaborasi menangani masalah air bersih.


"Pertama, kami mengapresiasi LDII telah berkembang cukup luas dengan dengan tersebar hampir 500 kota atau kabupaten di Indonesia. Dengan adanya pertemuan ini, kami ingin berkolaborasi dengan LDII untuk membantu mengatasi permasalahan pendistribusian air bersih di Indonesia,” ujar di

 

Ia juga mengatakan, hampir di seluruh wilayah Indonesia memiliki permasalahan mengenai air, Banyak dari masyarakat Indonesia masih mengandalkan sistem tadah hujan. Padahal, air yang ada di wilayah desa tersebut masih terus mengalir.

 

Saat menjadi Pangdam Udayana, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melaksanakan program kerja terkait air, yang bermanfaat bagi ratusan ribu orang.

 

“Kami mencoba untuk mencari solusi di beberapa tempat yang kering sampai ratusan hektar tanah. Akhirnya, kami membuat bendungan dan sumur di wilayah yang sulit air, yakni di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sukabumi.

 

Tidak hanya itu, prestasi dan pengalamannya selama penugasan sebagai tentara maupun di luar kedinasan cukup layak dicatat secara khusus. Tercatat, Letjen Maruli pernah terpilih sebagai Danrem terbaik dalam bidang Upaya Khusus (Upsus) Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2016.

 

“Waktu itu ada penilaian mengenai hasil panen terbaik. Namun menjadi nilai tambah bagi saya, ada penilaian kreativitas. Salah satunya adalah memperbaiki pengairan sehingga petani bisa bercocok tanam dengan berkelanjutan. Itulah membuat saya menjadi Danrem Terbaik Nasional dalam bidang ketahanan pangan," ungkapnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII KH. Chriswanto Santoso mengatakan LDII siap untuk berkolaborasi dengan Kostrad untuk mengatasi permasalahan air bersih.

 

“LDII siap membantu dengan konsep yang dicanangkan oleh Pangkostrad. Kami dan seluruh jajaran akan segera berkomunikasi dengan 34 provinsi yang ada di Indonesia untuk membantu menyalurkan air bersih,” jelasnya.

 

Chriswanto menyampaikan, LDII telah melihat banyak program kerja yang telah dilakukan oleh Letjen Maruli yang bermula dari air.


“Namun jika ditelaah kembali, sumber kehidupan mulai dari tanaman, hewan ternak hingga manusia itu sendiri sangat membutuhkan air,” ujarnya.

 

Lulusan program pascasarjana Universitas Newcastle Inggris ini menjelaskan mengenai pentingnya air bersih untuk masyarakat Indonesia.

“Air memiliki kesinambungan dalam beberapa aspek kehidupan. Mulai dari pertanian dan perkebunan dapat bertumbuh dengan baik, hingga produktivitas hasil pertanian dan perkebunan menjadi maksimal,” imbuh Chriswanto.

 

Sebagaimana yang diketahui, LDII telah menanam 4 juta pohon sejak tahun 2007, “Pohon ini sebagai sumber kehidupan dan penghidupan karena memiliki nilai ekonomi. Ketahanan pangan dan lingkungan hidup dapat disinergikan dengan kebutuhan air yang melimpah,”  ungkapnya.

 

Dengan adanya program 8 pengabdian untuk bangsa dari LDII, lanjut Chriswanto, program Letjen Maruli akan saling menguatkan satu sama lain. Dan bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.

 

“Apalagi nanti solusi untuk membuat sumur ini diberikan sentuhan teknologi digital, insyaAllah permasalahan air yang dihadapi Indonesia akan segera teratasi,” pungkasnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, KH Chriswanto Santoso, didampingi Ketua DPP LDII Koordinator Bidang Pengabdian Masyarat, Prof. Rubiyo, Sekretaris Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, Kepala Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PKD), KH. Aceng Karimuillah, serta Ketua DPD LDII Kota Surakarta M. Zain. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update