Notification

×

Launching Galeri Investasi Syariah Ke 700 Di Universitas Muhammadiyah Pontianak

Selasa, 25 Oktober 2022 | 06.41 WIB Last Updated 2022-10-25T13:41:08Z
Launching Galeri Investasi Syariah Ke 700 Di Universitas Muhammadiyah Pontianak

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) melalui Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan didampingi oleh MNC Sekuritas melaunching “Galeri Investasi Syariah (GIS) yang ke 700” di Aula Auditorium UMP Jalan A Yani Pontianak pada hari Selasa (25 Oktober 2022).  


Agenda ini merupakan kegiatan penting dan menjadi salah satu momen opening ceremony bagi pembukaan Galeri Investasi yang dilakukan hanya setiap kelipatan seratus.


Kegiatan dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), Dr. Doddy Irawan S.T., M.Eng, Direktur  Utama PT MNC Sekuritas, Susy Meilina dan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Maulana Yasin dan Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik.


Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Jeffry Hendrik membuka secara resmi Launching Galeri Investasi Syariah (GIS) dan dilanjutkan dengan agenda gunting pita di Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP).


Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia, Jeffry Hendrik mengatakan Galeri Investasi Syariah (GIS) tersebut menjadi real contribution pihak IDX dalam upaya edukasi, sosialisasi kepada civitas akamedika khususnya di UM Pontinak.


Dengan adanya GIS ini, diharapkan mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas dibidang pasar modal, pasar uang, dan elemen-elemen Bursa Efek lainnya. Serta bagaimana GIS menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan dengan diskusi dan mampu mempraktekkan bagaiamana bertransaksi di pasar modal tentunya pada instrumen-instrumen atau produk pasar modal yang berbasis syariah,” ucapnya.


Jeffry Hendrik berharap GIS FAI yang baru terbentuk ini bisa terus berkembang dan mampu berkontribusi manfaat besar pada semua pihak baik itu mahasiswa, investor, serta masyarakat umum.


“Baik untuk kepentingan penyebaran informasi maupun edukasi pasar modal maupun untuk keperluan ekonomi atau alternatif investasi yang tentunya berbasis syariah karena bisnis itu pilihan dan syariah itu keharusan,” pungkasnya. (BP/tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update