Notification

×

H.Bintoro: Tidak Ada Monopoli Bisnis Daging Babi Di Kalbar, Semua Sesuai Aturan

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16.45 WIB Last Updated 2022-10-25T23:45:01Z
Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kota Pontianak, H. Bintoro

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Mencuatnya dugaan monopoli bisnis daging babi di Kalimantan Barat yang disampaikan oleh salah satu pengusaha daging babi baru-baru ini di salah satu media yang mengatakan bahwa monopoli bisnis daging babi tersebut melibatkan oknum Dinas Peternakan dan juga pengusaha daging babi dibantah Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kota Pontianak.

 

Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kota Pontianak, H. Bintoro dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada monopoli dalam bisnis daging babi di Kalimantan Barat seperti yang santer diberitakan baru-baru ini.

 

“Pemotongan di RPH itu ada aturan dan SOP nya dan itu yang menjadi tolak ukur kita selama ini, jika ada bahasa monopoli, sebenarnya itu bukan monopoli tapi bagaimana kita dari dinas peternakan mempercayakan kepada satu pintu, dengan tujuan agar pemotongan daging babi itu bisa diawasi sesuai dengan aturan yang sudah kita buat, jadi tidak ada kata monopoli dalam hal ini seperti yang disampaikan oleh salah satu pengusaha daging babi tersebut,” tegas H. Bintoro.

 

Bahkan Dinas Peternakan melalui RPH yang ada saat ini betul-betul melakukan pengawasan ketat untuk pemotongan daging babi ini, pengawasan dilakukan sebelum dan sesudah di lakukan pemotongan, sehingga daging babi yang dijual kepada masyarakat betul-betul daging yang terjamin dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

 

“Dinas Peternakan sangat ketat terhadap pemotongan daging babi melalui RPH yang ada itu, bahkan jika ada pengusaha-pengusaha daging babi yang memotong daging babi yang sakit dan tidak layak bagi konsumen, maka akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang ada,” kata Kepala dinas.

 

Lebih lanjut Bintoro mengatakan jika ingin bekerjasama dengan RPH yang ada untuk melakukan pemotongan daging babi, silahkan saja, asalkan harus mengikuti prosedur dan aturan yang ada. Jadi apa yang di lakukan dinas pertanian dan peternakan ini semata-mata adalah untuk masyarakat yang menjadi konsumen terhadap daging babi tersebut.

 

Saat ini dinas pertanian dan peternakan juga telah melakukan satu terobosan terkait dengan stok daging babi yang ada di Kalbar saat ini yaitu dengan mendatangkan babi-babi dari luar Kalbar dengan harapan terobosan yang dilakukan ini Kalbar tidak mengalami krisis deflasi apalagi harga daging babi saat ini harganya sangat mahal.

 

“Kita sengaja mendatangkan babi-babi dari luar Kalbar apalagi menjelang tahun baru dan hari keagamaan yang ada, karena di Kalbar inikan masyarakatnya bukan mayoritas muslim, jadi untuk mengatasi hal itu kita datangkan babi-babi dari luar Kalbar dengan pengawasan ketat,” kata H. Bintoro

 

Sementara Marsono, selaku penanggung jawab pelaksana kegiatan RPH babi kota Pontianak mengatakan bahwa terkait dengan pemberitaan yang ada, bahwa apa yang dilakukannya sesuai prosedur yang ada, jika saat ini menunjuk salah satu pengusaha untuk melakukan pemotongan babi, hal itu sudah sesuai prosedur dan bukan asal tunjuk saja.

 

“Kalau semuanya diizinkan tanpa prosedur, gimana, bisa-bisa daging babi yang ada di pasaran tidak terjamin keamanan dan kualitasnya, dan tentunya para pengusaha daging babi yang merasa tidak bisa melakukannya, silahkan melalui prosedur yang ada atau silahkan langsung berkoordinasi dengan pengusaha yang memang sudah ditunjuk, jangan asal buat statemen yang tidak berdasar di media,” kata Marsono.

 

Selain itu kata Marsono, sebagai penanggung jawab di pemotongan babi di Siantan ini, dirinya meminta kepada pengusaha babi yang ada, agar kalau bisa babi-babi yang sudah sakit jangan lagi dipotong tapi segera dimusnahkan. dengan tegas meminta kalau bisa yang kalau bisa yang sakit jangan dipotong dimusnahkan. (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update