Notification

×

Iklan


 

Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kunjungi DMI Kalbar Dan Sampaikan Ini

Minggu, 03 Juli 2022 | 17.38 WIB Last Updated 2022-07-04T00:38:10Z

Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kunjungi DMI Kalbar Dan Sampaikan Ini

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Kalimantan Barat bersama BKKBN melakukan audiensi dan berkoordinasi dengan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) di kantor komplek Masjid Raya Mujahidin Pontianak.


Tampak hadir Koordinator Program Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS), Aida Mokhtar, Manager data dan evaluasi, Indah Budiastutik, Manager program Dian Astuti, Office Asisten Putri, dan Koordinator Bidang ADPIN perwakilan BKKBN Kalbar, Aulia.


Dalam pertemuan tersebut sekretaris DMI Kalbar, M Sani menyampaikan bahwa DMI Kalbar mengelola lebih dari 4.044 masjid di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.


“Masjid terbanyak ada di Kabupaten Kubu Raya, diikuti Kabupaten Sambas serta Kabupaten Mempawah,” jelas Sekretaris DMI Kalbar, M Sani.


Dalam pertemuan tersebut Aida Mokhtar selaku Kordinator tim satgas, menjelaskan bahwa  keberadaan satgas yang  dibentuk oleh BKKBN dari tingkat Provinsi sampai ke tingkat desa adalah dalam rangka mendukung serta mengawal agar program Percepatan Penurunan Stunting (PPS)  dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.


“Jadi satgas PPS keberadaannya pendukung teknis dan implementasi program di lapangan, Saat ini total satgas yang dibentuk oleh BKKBN Se-Kalimantan Barat berjumalah 12 orang yang ditambah dengan 1 orang tenaga office asssistant yang melaksanakan fungsi Koordinasi, Fasilitasi dan Konsultasi,” ungkap Aida Mochtar.


Aida Mokhtar selaku Kordinator tim satgas juga menjelaskan bahwa maksud kedatangan Tim Satgas Provinsi beraudiensi dengan DMI Kalbar adalah untun menjalin kerjasama dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kalimantan Barat.


“Sebagaimana telah diamanahkan oleh Presiden dalam RPJMN 2022-2024 bahwa angka Prevalensi stungting ditargetkan menjadi 14 persen dari 24,4 peraen di tahun 2022. Sementara Kalbar berdasarkan hasi Studi Status Gizi Indonesia ( SSGI) tahun 2021, prevalensi berada pada 29,8 persen,” terangnya.


Dalam rangka mewujudkan kondisi tersebutlah, Tim satgas menggandeng berbagai pihak untuk ikut serta dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat.  DMI sangat strategis untuk diajak  berkontribusi, mengingat banyaknya masjid yang ada di Kalimantan Barat yang dibina oleh DMI.


Aida menyebut DMI diajak untuk ikut memastikan apakah jemaah yang tinggal di lingkungan Masjid  termasuk jemaah dengan kategori Keluarga Berisiko Stunting. Yaitu keluarga yang memiki remaja, Ibu Hamil (Bumil) Ibu Nifas (Bupas) memiliki bayi usia dua tahun ( baduta)0-24 bulan, dan memiliki bayi usia lima tahun (balita) 25- 60 bulan. Serta kondisi sanitasi yang buruk dan tidak mendapatkan akses air bersih yang layak untuk di minum.


Disamping itu diharapkan DMI juga diharapkan membantu menyampaikan informasi melalui masjid kepada para jemaah mengenai program PPS yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah Selain itu, diharapkan Tim satgas bisa mendapatkan data yangbdibutuhkan mengenai jumlah masjid yang tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Barat.


Sementara itu Ketua Harian DMI Kalbar, Drs. H. Munir menyampaikan bahwa DMI Kalbar sangat mendukung program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Kalbar, apalagi Ketua DMI Kalbar adalah bapak Wagub yang juga sebagai ketua TPPS Provinsi Kalimantan Barat.


“Kami sangat prihatin melihat angka prevalensi di Kalbar yang lebih tinggi dari angka Nasional yaitu 29,8 persen. Masjid memiliki lingkungan yang beranekaragam dan tidak membedakan suku maupun agama dalam bidang sosial,” ungkap Drs. H. Munir.


Bagi umat Islam khususnya suara masjid lebih didengar dibandingkan pihak lain. Apalagi setiap masjid memiliki organisasi dari level provinsi ini hingga tingkat kabupaten dan kota. Selain itu pengurus masjid biasanya merupakan tokoh masyarakat yang paling dikenal di lingkungannya.


"Begitu juga dengan pemuda masjid yang tentu mereka pemuda santun dan cerdas sehingga potensi ini dapat kita manfaatkan untuk membantu masyarakat dalam menyebarluaskan dan mengedukasi remaja-remaja dalam meningkatkan pengetahuannya tentang masalah stunting ini," jelas Ketua DMI Kalbar.


Takut meninggalkan generasi yang lemah termasuk lemah ekonomi, fisik dan aqidahnya; susukan anakmu sampe 2 tahun. Upaya-upaya preventif harus dilakukan untuk mencegah stunting ini.


“Insyaallah kita akan berkomitmen membantu pemerintah dalam percepatan penurunan stunting ini, maka saling bersinergi dan bekerjasama supaya angka stunting dapat kita turunkan,” imbuhnya.


Diakhir pertemuan, Drs. H Munir berharap pertemuan dengan Satgas PPS bukanlah pertemuan yangvterakhir, diharapkan ada tindak lanjutnya, untuk merumuskan kegiatan-kegiatan yang bisa disinergikan. Bahkan Ia menawarkan untuk ikut langsung kelapangan menemui para jamaah agar dapat diinformasikan mengenai apa itu stunting. (BP/tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update