Notification

×

Iklan


 

Nahkoda Kapal TB Rita 103 Yang Tenggelam Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal Dunia

Jumat, 22 Juli 2022 | 15.52 WIB Last Updated 2022-07-22T22:52:04Z

Nahkoda Kapal TB Rita 103 Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal Dunia

PONTIANAKNEWS.COM (KETAPANG) – Setelah memperoleh informasi tenggelamya TB Rita 103 yang sedang berlayar dari Sungai Kendawangan menuju loading point 3 pada posisi 2⁰29'5" U - 109⁰54'26" T (jarak kurang lebih 20 Nm dari Sungai Kendawangan) Pangkalan TNI AL Ketapang langsung bergerak cepat untuk melaksanakan SAR.

 

Hal tersebut disampaikan Komandan Lanal Ketapang, Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla yang langsung perintahkan Danposal Kendawangan Letda Laut (T) Imamul Arifin berserta personil Posal menggunakan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) untuk segera melaksanakan Pencarian dan Pertolongan selanjutnya membuat Posko SAR di Posal Kendawangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

 

“Peristiwa tenggelamya TB Rita 103 yang sedang berlayar dari Sungai Kendawangan ada hari Rabu, 20 Juli 2022 pukul 17.45 WIB,” jelas Komandan Lanal Ketapang, Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla yang.

 

Komandan Lanal Ketapang, Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla mengatakan selanjutnya Tim SAR Lanal Ketapang  menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) namun dikarenakan kondisi cuaca saat itu (kecepatan angin 10 - 15 knot, tinggi gelombang 1 - 1,5 meter dan visibilitas terbata) tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian maka pukul 20.00 WIB pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya.

 

“Adapun data kapal TB. Rita 103Nama kapal : TB. Rita 103 Gt. 94 No.3400/HHa 2009 No.2305/L dengan Keagenan PT. Ghifari Samudra Mandiri, Nahkoda Sdr. Heru Widianto dan Personel on Board 14 orang (termasuk Nakhoda),” ungkap Letkol Laut (P) Bambang Nugroho, M.Tr.Opsla.

 

Pada Keesokan harinya, tepatnya pada hari Kamis (21 Juli 2022) pukul 07.00 WIB Tim SAR Lanal Ketapang dan Tim Basarnas Ketapang kembali melaksanakan pencarian dan pertolongan dan ditemukan 6 orang yang telah dievakuasi oleh MV. Captain Veniamis 117 dengan kondisi sehat dan selamat dan malam harinya juga berhasil mengevakuasi 2 orang korban lagi dengan kondisi selamat.

 


Menurut penuturan dari ABK yang selamat, TB. Rita 103  tenggelam ketika akan membawa Loding Master yang akan diantar menuju MV. Captain Veniamis 117 di loading point 3 perairan Kendawangan. Pada saat akan shifting di MV. Captain Veniamis 117, TB. Rita 103 mengalami kerusakan pada bagian mesin.

 

Selanjutnya Nahkoda TB Rita 103 meminta agar TB Rita 103 digandeng. Sambil berjalan TB. Rita 103 melaksanakan proses shifting. Karena kondisi mesin belum juga dapat diperbaiki dan posisi kapal miring Nahkoda TB. Rita 103 meminta agar MV. Captain Veniamis 117 untuk mengurangi kecepatan.

 

MV Captain Veniamis 117 langsung mengurangi kecepatan dan stop engine namun posisi TB Rita 103 semakin miring dan tali tambat putus. Pada saat mengetahui kondisi kapal yang telah miring semua ABK dan Penumpang bersiap untuk menyelamatkan diri dan dalam hitungan detik TB. Rita 103 terbalik dan tenggelam. ABK dan penumpang seluruhnya lompat ke laut untuk menyelamatkan diri dengan menggunakan alat keselamatan seadanya.

 

Dan pada hari Jumat (23 Juli 2022) pukul 08.00 WIB Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dan pertolongan terhadap TB Rita 103 dan menerima informasi dari TB. Rita 101 yang telah menemukan mayat laki-laki terapung dilaut pada koordinat 02 14. 615 S - 109 46.345 E. 

 

Tim SAR Gabungan bergerak menuju ke posisi tersebut dan melaksanakan evakuasi. Selanjutnya mayat laki-laki tersebut  dibawa menuju ke Kendawangan untuk dilaksanakan identifikasi dan pemeriksaan lainnya.

 

Setelah dilaksanakan identifikasi dan diperiksa oleh Tim Kesehatan serta menghadirkan para keluarga korban diketahui bahwa korban meninggal dunia bernama Heru Widiyanto yang merupakan Nakhoda TB. Rita 103, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Sampai dengan saat ini Tim SAR Lanal Ketapang, Posal Kendawangan, KRI Sembilang - 850, Tim Basarnas Ketapang, Kapal SAR RB 214, Polair dan Polsek Kendawangan masih melaksanakan pencarian dan pertolongan terhadap 5 orang korban yang belum diketemukan. Total hasil pencarian dan pertolongan sampai dengan malam ini yang berhasil ditemukan sebanyak 8 orang korban selamat dan 1 orang korban meninggal dunia.

 

Danlanal menyampaikan bahwa pelaksanaan SAR ini sejalan dengan perintah Pangkoarmada I Laksda TNI Arsyad Abdullah selain dalam rangka penegakan kedaulatan dan hukum di laut juga untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pengguna laut termasuk kegiatan SAR.

 

"Upaya penyelamatan ini sebagai implementasi pelaksanaan perintah harian Pimpinan TNI AL, KASAL Laksamana TNI Yudo Margono yang selalu menekankan kepada jajaran TNI AL agar memanfaatkan dan melibatkan segala potensi yang dimiliki baik personil maupun Alutsista untuk kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti penanggulan bencana dan SAR", pungkas Danlanal.  (tim liputan).

 

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update