Notification

×

Iklan


 

Edi Kamtono Sebut Jelang Hari Raya Iduladha Inflasi Masih Terkendali

Kamis, 07 Juli 2022 | 16.35 WIB Last Updated 2022-07-07T23:35:30Z
Edi Kamtono Sebut Jelang Hari Raya Iduladha Inflasi Masih Terkendali

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriyah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pontianak menggelar rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) dalam rangka upaya pengendalian inflasi.


Dalam Rapat tersebut Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, secara umum kondisi inflasi di Kota Pontianak masih terkendali. Meski dikatakannya ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai dan bawang merah.


Hal tersebut disampaikanya usai rapat koordinasi High Level Meeting (HLM) dalam rangka upaya pengendalian inflasi di ruang rapat Kantor Wali Kota pada hari Kamis (7 Juli 2022).


"Untuk jangka pendek kita harus memperbanyak stok supaya ketersediaan itu ada dan eksekusinya lancar sehingga keterjangkauan harga tercapai," ujarnya.


Kemudian, lanjutnya, untuk jangka panjang, langkah strategis yang harus dilakukan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak yakni dengan memobilisasi masyarakat untuk gencar menanam cabai di pekarangan masing-masing. Apalagi, cabai sudah menjadi bagian dari komoditas pokok sehari-hari karena masyarakat umumnya terbiasa makan-makanan yang pedas.


"Sehingga begitu harganya naik, ini yang jadi masalah dan berpengaruh terhadap inflasi," kata Edi.


Melalui rapat koordinasi ini dengan melibatkan seluruh pihak terkait, dirinya berharap dapat memberikan informasi terkini berkaitan ketersediaan bahan pokok. Tak hanya itu, dia juga meminta keperluan lainnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ketersediaan pangan terjaga.


“Kunci untuk mengendalikan inflasi itu adalah menjaga ketersediaan bahan pokok,” ungkapnya.


Meski demikian, dia menyebut ada faktor lain yang menjadi penyebab terkendalanya ketersediaan pangan, misalnya kondisi cuaca di lautan yang mengakibatkan armada kapal pengangkut bahan kebutuhan pokok terlambat.


"Sehingga distribusi produksi menjadi terganggu," pungkasnya. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update