Notification

×

Iklan


 

Dosen UNU Ini Sukses Menangkarkan Lebah Apis Mellifera Di Kalimantan Barat

Minggu, 24 Juli 2022 | 17.21 WIB Last Updated 2022-07-25T00:21:41Z
Dosen UNU Kalbar, Syarif Syaiful Alaydrus MM


PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) – Seorang Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar), Syarif Syaiful Alaydrus MM sukses menangkarkan Lebah Apis Mellifera pertama di Kalimantan Barat, tempat penangkaran lebah tersebut di Parit Deraba Desa Parit Baru Kubu Raya dekat dengan kampus UNU kalbar.


“Alhamdulillah, kita sukses melakukan penangkaran lebah jenis Apis Mellifera untuk pertama kali di Kalbar. Lebah ini kita datangkan dari Jawa,” kata Syaiful – sapaan akrabnya di rumahnya pada hari Minggu (24 Juli 2022).


Dijelaskannya, Lebah Apis Mellifera ini sangat cocok di daerah yang banyak vegetasi gulma akasia magium. Kebetulan di Kabupaten Kubu Raya banyak vegetasi ini. Dengan banyaknya vegetasi akasia ini, memiliki harapan besar penangkaran lebah tersebut berjalan sukses.

Kenapa harus menangkarkan Lebah Apis Mellifera ini? Syaiful yang juga Ketua Asosiasi Perlebahan Daerah (Apida) Kalbar ini menjawab, lebah ini jenis ini jauh lebih menguntungkan, karena bisa memproduksi banyak madu. Kemudian, harganya juga terjangkau. Sementara jenis Lebah Apis Dorsata atau lebah liar semakin sulit dicari alias langka. Hal ini akibat banyaknya alih fungsi lahan dan kebakaran hutan.


“Lebah Apis Mellifera ini produksinya lebih cepat dan banyak. Dengan demikian stok kebutuhan konsumen terjamin tersedia. Khasiat dan tekstur madu tidak jauh beda dengan apis dorsata. Harga lebih terjangkau untuk kalangan menengah dan bawah,” ungkap dosen dengan homebase di Fakultas Ekonomi UNU Kalbar ini.


Untuk saat ini, ia dibantu sejumlah mahasiswanya baru menangkarkan enam sarang. Ini baru tahap satu. Untuk ke tahap dua nanti akan bertambah jadi 15 sarang. Potensi madu dengan enam sarang itu dikirakan 15-20 kilogram. Panen bisa dilakukan dalam dua minggu sekali.


“Untuk pasarannya sangat terbuka baik skala nasional dan internasional. Mengingat harganya lebih murah, madu ini sangat diminati oleh masyarakat. Kebetulan saya sudah lama dagang madu dan memiliki jaringan luas soal pemasaran,” terang pria yang masih memiliki garis keturunan raja Kerajaan Kubu ini.


Syaiful bertekad, usaha penangkaran Lebah Apis Mellifera bisa menjadi percontohan bagi warga Kalbar yang tertarik bisnis madu. Selain itu, tempat penangkaran lebah yang dikelolanya menjadi tempat magang bagi mahasiswa. “Suatu saat ini tempat ini bisa menjadi lokasi wisata madu di Kalbar,” tekadnya. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update