Notification

×

Plt Kepala BKKBN Kalbar Hadiri Rakor Satgas Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 28 Juni 2022 | 00.36 WIB Last Updated 2022-06-28T07:36:52Z

Plt Kepala BKKBN Kalbar Hadiri Rakor Satgas Percepatan Penurunan Stunting


PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Kalbar melakukan pertemuan dalam rangka konsolidasi dan koordinasi untuk menyamakan persepsi mengenai tugas dan fungsi satgas percepatan penurunan stunting.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Muslimat dan jajarannya serta Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Kalimantan Barat di Ruang Rapat BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.


Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Kalimantan Barat.yang terdiri dari Aida Mokhtar sebagai Koordinator Manager Program (KPM), Indah Budiastutik sebagai manager data dan monev, Dian Astuti sebagai manager program dan kegiatan, Office Assistent dan 9 Technical Assistent yang menyebar di seluruh Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Barat.


Kegiatan tersebut diawali dengan Pengarahan dari Plt. Kepala BKKBN Kalimatan Barat Muslimat dan dilanjutkan dengan materi dari Sekretaris BKKBN Abdurrahman.


“Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi mengenai tugas yang diemban oleh Satgas yang dibentuknya dan diharapkan dapat memberikan dukungan secara teknis dalam fungsi Koordinasi, Konsultasi dan Fasilitasi dalam Program Percepatan Penurunan Stunting khususnya di Kalimantan Barat,” ungkap Muslimat.


Plt. Kepala BKKBN Kalimatan Barat menjelaskan Tim Satgas ini dibentuk di seluruh Provinsi di Indonesia dan direkrut oleh perwakilan BKKBN di tingkat provinsi untuk membantu tugas-tugasnya dalam program percepatan penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Barat.


“Dengan dibentuknya satgas diharapkan konvergensi program dan kegiatan dari berbagi sektor dapat berjalan dengan baik,” ujar Muslimat.


Sementara itu Koordinator Manager Program (KPM), Aida Mohtar mengatakan bahwa tujuan khusus dibentuknya satgas adalah Penguatan Advokasi dan Komunikasi kebijakan berkaitan dengan Percepatan Penurunan Stunting, Penguatan Koordinasi Multi sektor dan Multi pihak, Penguatan Pengelolaan satu Data Stunting, Penguatan Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan percepatan Penurunan Stunting.


“Dalam pertemuan tersebut juga dilaporkan berbagai progres dan kendala di lapangan, sehingga satgas tingkat Provinsi dapat merumuskan solusi dan rekomendasi guna mengatasi masalah yang terjadi di Kabupaten atau Kota yang didampingi oleh Technical Assistent (TA),” terang Aida Mohtar.


Dalam arahannya, Aida Mohtar juga berharap agar Satgas dapat memahami berbagai Regulasi seperti Perpres 72 Tahun 2021, serta peraturan kepala BKKBN Nomor 12 tahun 2021 tentang RAN PASTI serta berbagi pedoman teknis yang terkait dengan Program Percepatan Penurun Stunting. 

 

Dipaparkan pula dalam pertemuan tersebut tentang progres pelaksanaan program dan kegiatan dalam percepatan penurunan stunting seperti pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sampai ke tingkat desa atau kelurahan, pembentukan tim Audit Kasus Stunting (AKS).


“Pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan terlaksananya kegiatan orientasi TPK, selanjutkan melakukan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting, supaya TA Kabupaten atau Kota tetap disuport dan mendorong masing2 OPD yang ada di wilayah kerjanya,” jelasnya lagi.

 

Berdasarkan laporan yang diterima oleh manager program dan rekap yang di lakukan manager data bahwa masih ada tim TPK yang belum terbentuk, demikian juga mengenai Tim Audit Kasus Stunting belum ada satupun Kabupaten atau Kota yang melaksanakannya, bahkan masih tahap pembentukan TIM.

 

Hal yang sama disampaikan Indah Budiastutik selaku Manager Data menambahkan bahwa semua Kabupaten atau Kota sudah menerbitkan SK lokus stunting, hanya saja mini lokakarya yang beluk berjalan sesuai harapan, di mana harusnya lokakarya dilakukan setiap bulan.


“Semoga setelah pertemuan ini, semua program, kegiatan dan data yang menjadi luaran PPS dapat berjalan dengan lancar,” ujar Indah. (tim liputan).


Editor : Putri

 

 

×
Berita Terbaru Update