Notification

×

Iklan


 

Perlu Diagendakan Pelatihan Ke-NU-An Bagi Santri Dan Pelajar

Kamis, 30 Juni 2022 | 11.08 WIB Last Updated 2022-06-30T18:08:12Z
Ketua PC Fatayat NU Landak, Nyai Helly Ummi Mustholihah 

PONTIANAKNEWS.COM (LANDAK) – Penguatan Ahlu Sunnah Wal Jama'ah diantaranya bisa dilakukan di Pondok Pesantren. Namun tidak semua pesantren mampun dan bisa menjadi benteng pertahanan ASWAJA An-Nahdliyah.

Hal ini disampaikan Ibu Nyai Helly Ummi Mustholihah Ketua PC Fatayat NU Landak  saat menjadi narasumber acara Webinar Pra Konferwil PWNU Kalbar VIII series #3 dengan tema Pesantren Sebagai Benteng Islam Aswaja an-Nahdliyah di Kalimantan Barat yang digelar Lembaga Ta’lif Wan Nasyr PWNU Kalbar, Kamis, 30/6 pagi melalui platform Zoom Meeting.

Menurutnya salah satu ciri utama pesantren sebagai benteng ASWAJA NU adalah pesantren tersebut memiliki sanad yang bersambung kepada para ulama dan awliya’ seperti pesantren besar di Jawa yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Kalibeber Wonosobo, Pesantren al-Anwar Sarang dan lainnya.

Ia mengatakan bahwa dalam upaya Pengembangan Manhaj ASWAJA di pesantren salah satunya adalah memasukkan muatan ASWAJA dalam muatan kurikulum yang dikembangkan di pesantren untuk memberikan sejak dini kepada para santri. Selain itu pondok pesantren juga perlu aktif memberikan kajian kitab ASWAJA kepada masyarakat sekitar.

“Di pesantren juga perlu dibiasakan berbagai amalan ASWAJA an Nahdliyah seperti Yasinan, Tahlilan, Manaqib, Sholawatan, dan Ziarah Kubur agar menjadi kebiasaan baik para santri. Selain itu perlu juga diagendakan pelatihan ke-NU-an seperti MAKESTA dan LAKMUD bagi santri dan pelajar,” ujar salah satu pengasuh Ponpes Nurul Islam Ngabang Landak ini.

Meskipun demikian, Pesantren perlu merespon secara aktif karena banyak bermunculan aliran-aliran yang tak sepaham dengan Aswaja An Nahdliyah karena pesantren merupakan sentral penyebaran Islam di tengah-tengah masyarakat. (tim liputan).

Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update