Notification

×

Iklan

LEMHANAS RI Lakukan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Kalimantan Barat

Selasa, 07 Juni 2022 | 16.09 WIB Last Updated 2022-06-07T23:09:27Z
LEMHANAS RI Lakukan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Di Kalimantan Barat

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) – Sebanyak 100 orang peserta mengikuti kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANAS RI) di Hotel Grand Mahkota Pontianak pada hari Selasa (7 Juni 2022).


Kegiatan yang dikuti unsur Birokrat, Akademisi, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, TNI dan Polri tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lemhanas Republik Indonesia, Letjen TNI Mohammad Sabrar Fadhilah, ditandai dengan Upacara dan penyematan tanda peserta.


Tampak Hadir, Gubernur Kalbar, H Sutarmidji, SH, M.Hum, Kapolda Kalbar, Irjen  Pol Suryanbodo Asmoro, Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto, Danlanud Supadio, Danlantamal XII/Tpr, Walikota Pontianak, Ir Edi Rusdi Kamtono serta Tamu Undangan Lainnya.


Dalam sambutan pembukaanya, Wakil Gubernur LEMHANAS RI, Letjen TNI Mohammad Sabrar Fadhilah, mengatakan kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Kalbar sebagai wujud kewaspadaan terhadap perubahan-perubahan dunia yang begitu cepat, sehingga dapat melupakan wawasan kebangsaan tanah air menjadi pudar dalam menghadapi tantangan dunia di zaman sekarang ini.


“Dunia terus berputar. Kepentingan selalu ada, kepentingan orang lain terhadap kita selalu ada, pada zaman kapanpun ada, sehingga kewaspadaan dan ketahanan kita terhadap wawasan kebangsaan harus ditingkatkan sesuai dengan zamannya untuk menghadapi tantangan yang terus bergerak maju. Ini tidak mudah. Di satu sisi kita mempunyai potensi yang sangat luar biasa, seperti keberagaman, pulau-pulau yang banyak, kemudian dari keberagaman agama juga potensi yang luar biasa, tetapi juga harus dikelola menjadi satu kesatuan,” ungkap Wagub Lemhanas RI.


Adapun satu-kesatuan yang dimaksud merupakan kolektif yang dimulai dari perorangan yang memahami tentang kebangsaannya dan diharapkan menjadi satu untuk menghadapi tujuan nasional yang dicapai.


“Kegiatan ini harus terus dilakukan guna meng-upgrade dan memberikan pemahaman kepada berbagai generasi. Di satu sisi, kemajuan zaman dan teknologi membuat era disrupsi yang semakin besar penyimpangan dimana-mana serta pemahaman yang tipis. Untuk itulah, sebagai satu bangsa, kita terus mempererat kesatuan dan persatuan. Bukan tidak boleh, tapi keniscayaan teknologi harus kita serap dengan baik serta harus dijaga, sebab teknologi memiliki 2 dampak dalam kebangsaan dan cinta tanah air, yakni dampak positif maupun negatif,” jelas Letjen TNI Mohammad Sabrar Fadhilah.


Sementara itu dalam sambutanya Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., mengatakan Seluruh elemen masyarakat diminta untuk menumbuhkembangkan jiwa nasionalis dalam mencintai tanah air.


Hal itu perlu disadari sebagai bagian dari proses pembangunan karakter bangsa, pemahaman nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari 4 konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, harus ada didalam hati setiap warga negara.


“Empat konsensus dasar negara sebagai perisai bangsa merupakan proses panjang dan perlu dilakukan terpadu dan berkesinambungan. Kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seharusnya dapat dikelola menjadi faktor penguat tata nilai dan tata kehidupan yang lebih baik demi terwujudnya kesejahteraan rakyat Indonesia,” jelas H. Sutarmidji.


Kegiatan ini tentunya memberikan upaya yang besar bagi para birokrat, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, TNI dan Polri, untuk lebih memahami dan mengaktualisasi diri sebagai Agent of Change (agen perubahan) yang diharapkan memiliki semangat baru, semakin percaya diri, terbuka, berpikir positif, inovatif, dan kreatif, dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.


“Perkembangan berbagai aspek kehidupan, seperti aspek ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan di Indonesia, kini sangat memprihatinkan. Hal ini berimbas terhadap apa yang dialami setiap warga negara, khususnya generasi muda, yakni memudarnya wawasan kebangsaan sebagai salah satu indikator pertahanan karakter bangsa,” ujar Gubernur. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update