Notification

×

Iklan


 

Kini Listrik Sintang Dan Sekadau Telah Terhubung Ke Sistem Khatulistiwa

Selasa, 28 Juni 2022 | 16.42 WIB Last Updated 2022-06-28T23:42:11Z
Kini Listrik Sintang Dan Sekadau Telah Terhubung Ke Sistem Khatulistiwa

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 kV Sekadau dan Gardu Induk (GI) 150 kV Sintang pada Sabtu (18/6). Dengan beroperasinya 2 gardu induk tersebut maka saat ini Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang akan dialiri energi listrik dari Sistem Kelistrikan Khatulistiwa.


Sistem kelistrikan Khatulistiwa menghubungkan sebagian besar Kota dan Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat melalui jaringan transmisi 150 kV dan gardu-gardu induk yang tersebar dari mulai Sambas, Pontianak hingga Sintang.


Hal tersebut disampaikan Manajer PLN Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (PLN UP3B) Sistem Kalbar, Sudarto, Ia mengungkapkan sebelum beroperasinya GI di Sintang dan Sekadau, kelistrikan di 2 wilayah tersebut dilayani secara isolated menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Suak Payung, Sekadau, PLTD Menyurai di Sintang serta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sintang.


“Dengan dilayani melalui Sistem transmisi Khatulistiwa, keandalan jaringan listrik di Sekadau dan Sintang akan jauh lebih baik. Sebelumnya saat masih isolated, jika terjadi gangguan pembangkit, sumber aliran listrik tidak dapat dipasok dari daerah lain karena belum ada jaringan transmisi yang menghubungkan,” ujar Sudarto.


Selain dari segi keandalan, secara kecukupan pasokan daya di Sintang dan Sekadau kini juga lebih melimpah. Pasalnya, Sistem Kelistrikan Khatulistiwa yang terdiri dari banyak pembangkit memiliki cadangan daya hingga 197 mega-watt (MW).


“Jika sebelumnya listrik di Sintang dipasok dari PLTU dengan kapasitas 21 mega-watt, kini masyarakat tidak perlu kawatir masalah kecukupan energi listriknya. Dengan dilayani menggunakan Sistem Khatulistiwa, kami (PLN) mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik masyarakat bahkan dengan pertumbuhan pelanggan ke depannya,” imbuh Sudarto.


Ketersediaan pasokan energi listrik yang melimpah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan terutama sektor industri di Sintang dan Sekadau. Selain itu, PLN juga meyakini kualitas pelayanan yang dihadirkan akan meningkat baik dari sisi keandalan maupun kualitas tegangan.


Sudarto menambahkan pengoperasian gardu induk Sintang dan Sekadau juga meningkatkan efisiensi operasional hingga Rp 74 Miliar per tahun dengan dihentikannya operasi PLTD-PLTD berkapasitas kecil berbahan bakar BBM.


“PLTD-PLTD yang sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak kini sudah tidak perlu dioperasikan lagi. Sehingga biaya operasional untuk membangkitkan listrik juga lebih efisien,” jelas Sudarto.


Pembangunan GI Sintang dan Sekadau beserta jaringan transmisinya menelan biaya investasi sebanyak Rp 504 Miliar. PLN berharap dengan hadirnya listrik dengan kualitas dan keandalan yang lebih baik disana akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update