Notification

×

Iklan

Pelaku UMKM Milenial Muda Di 2 Kabupaten Ini Ikuti Pelatihan Wira Usaha Baru

Jumat, 13 Mei 2022 | 18.25 WIB Last Updated 2022-05-14T01:25:27Z
Pelaku UMKM Milenial Muda Di 2 Kabupaten Ini Ikuti Pelatihan


PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Sebanyak 165 Orang Pemuda dan Pemudi dari 2 Kabupaten yakni Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah mengikuti Program Penumbuhan dan Pengambangan Wira Usaha Baru (WUB) Industri Kecil Menengah dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, di Ball Room Qubu Resort pada hari Kamis (12 Mei 2022)


Kegiatan ini sendiri berlangsung selama 4 hari, dimulai dari tanggal 12 hingga 15 mei 2022. Terdapat 9 jenis Bimbingan Teknis yang dilaksanakan, pertama Bimtek Kopi Barista, Pengolahan Kecap, Anyaman Daun Pandan, Bimtek Pakaian Jadi, Servis AC, Servis Alat Rumah Tangga, Bengkel Las, Batik, dan Pengolahan Bahan Ikan.


Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia Sandang dan Kerajinan, Ir. Ni Nyoman Ambareny M.Si, menyampaikan bahwa program pengembangan Wirausaha merupakan program prioritas pihaknya di Kementerian Perindustrian yang juga bekerja sama dengan Komisi 7 DPR RI.


Pada tahun 2022 ini, pihaknya dari Kementerian Perindustrian mentargetkan untuk menciptakan 4.000 Wirausaha baru di Indonesia.


Dengan terciptanya banyak Wirausaha baru, maka diharapkan banyak tenaga kerja baru yang terserap.


"Untuk program pelatihan ini kita sesuai dengan potensi dari daerah masing - masing, berdasarkan sumber daya alam dan sumber daya manusia, dan kita harapkan ada wirausaha baru yang tercipta," ujar Ni Nyoman Ambareny.


Selain mendapatkan pelatihan teknis atau praktek, peserta juga akan mendapatkan sosialisasi terkait KUR (kredit usaha rakyat), tata cara pengurusan izin usaha mikro, SIINAS, Pemasaran dan teknik wirausaha lainnya.


“Untuk menjadi pelaku usaha tidaklah mudah dan butuhkan sejumlah dukungan lain tidak hanya sekedar softskill, oleh sebab itu pihaknya juga mengundang sejumlah stakeholder terkait untuk memberikan masukan kepada para peserta.” Terangnya.


Diharapkan dengan pelatihan ini, masyarakat mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 yang terjadi selama dua tahun kemarin.


"Kami sebagai perwakilan pemerintah pusat tidaklah bisa menjangkau seluruh Indonesia, oleh sebab itu kami dalam hal ini meminta bantuan kepada Disperindagkop setempat untuk melanjutkan pembinaan terhadap peserta, biasanya IKM itu memerlukan modal dan peralatan, jadi kami meminta bantuan dari dinas untuk pembinaan lanjutan," tutur Ni Nyoman Ambareny.

 

Anggota DPR RI Maman Abdurahman yang memberikan sambutan melalui Video Converence berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dari para peserta.


Dengan pengetahuan yang telah didapat nantinya, ia juga berharap peserta dapat membagikan pengetahuannya kepada masyarakat lain.


"Dengan program ini, kita tidak hanya sekedar memberikan barang, namun soft skil, kemampuan yang kita berikan, semakin banyak program ini Inshaa Allah membantu meningkatkan masyarakat," ujarnya.


Maman mengaku dirinya tidak mentargetkan hal muluk, ia mengatakan bila 50 orang dari seluruh peserta yang ikut ini mampu berkembang dan meningkatkan usahanya maka hal tersebut sudah sangat baik, dimana dari 50 orang tersebut akan berkembang  secara luas.


"Mudah-mudahan dari 200 orang 100 bisa menjalankan kemampuan ini, dan 50 diantaranya berhasil meningkatkan kualitas usaha kecil mereka saya sudah luar biasa bersukur, karena dari 50 orang itu pastinya banyak lapangan kerja terbuka, dan inilah spirit kita, program ini menciptakan multiplayer efek di masyarakat khususnya Kalbar,” terangnya.


Kegiatan ini juga dirancang akan difokuskan di Tiga Kabupaten yakni Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kabupten Ketapang. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update