Notification

×

Iklan

Yayasan Geratak Sambas Laksanakan Kegiatan FGD Peduli Klien Rehabilitasi BNN

Jumat, 29 April 2022 | 11.08 WIB Last Updated 2022-04-29T18:08:50Z
Yayasan Geratak Sambas Laksanakan Kegiatan FGD Peduli Klien Rehabilitasi BNN

PONTIANAKNEWS.COM (SAMBAS) - Para klien rehabilitasi nampak interaktif dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Yayasan Geratak Sambas dengan dihadiri oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Forkopimda dan masyarakat di sekitar Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas.

 

Ketua Yayasan Geratak Sambas, Ryan Setiawan yang merupakan Pemuda Desa Tanjung Putat Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas dan memiliki kepedulian terhadap penyalahgunaan Narkotika kemudian mendirikan Yayasan Geratak Sambas yang merehabilitasi para pecandu narkoba supaya berhenti sebagai penyalaguna Narkoba dan dapat mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan Narkotika.


Dalam keterangannya Ryan Setiawan menjelaskan visi dan misi Yayasan Geratak Sambas antara lain membantu dan mendukung Pemerintah dalam Program Pengurangan Dampak Buruk Napza dan Menyediakan Facility Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Napza serta Penguatan Program serta Pemberdayaan Masyarakat terdampak TBC dan HIV – AIDS.


“Yang kedua Memfasilitasi KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) bagi Kelompok Rentan dan Masyarakat umum terkait Program Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi Napza, serta Pencegahan Penanggulangan TBC dan HIV-AIDS,” ungkapnya.


Yang ketiga Memfasilitasi bantuan sosial untuk kelompok dan masyarakat rentan (korban) dan yang terdampak permasalahan sosial, keempat Menyediakan layanan penjangkauan, pendampingan, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi bagi korban dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).


Kelima Melaksanakan studi dan atau penelitian untuk pengembangan program dan kebijakan di Internal dan Eksternal Lembaga dan yang keenam Memediasi, inisiasi dan fasilitasi Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemerintah dalam Pengurangan Dampak Buruk Napza dan Pencegahan Penanggulangan TBC dan HIV-AIDS.


"Dengan adanya aktifitas Yayasan diharapkan adanya perhatian pemerintah mengingat keterbatasan di rehabilitasi karena dilakukan secara swadaya," jelas Ryan.


Dukungan stakeholder dalam kegiatan rehabilitasi diharapkan berdampak pada klien rehabilitasi untuk berkomitmen stop terhadap penyalahgunaan Narkotika. (Tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update