Notification

×

Iklan

Percepat Vaksinasi Kodam Xll/Tpr Turunkan Personel Kesdam Dan Kodim 1207/Ptk

Minggu, 24 April 2022 | 02.35 WIB Last Updated 2022-04-24T09:35:03Z
Percepat Vaksinasi Kodam Xll/Tpr Turunkan Personel Kesdam Dan Kodim 1207/Ptk

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Panglima Kodam Xll/Tanjungpura diwakili oleh Kapoksahli Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Brigjen TNI Handoko Nurseta, S.H., M.Tr (Han) malam hari tadi bersama Sekda Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, M.Kes., Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono dan unsur Forkopimda meninjau serbuan vaksinasi di bulan Ramadhan. Vaksinasi dilaksanakan di empat titik lokasi di Jalan Hijas, Kota Pontianak pada hari Minggu (24 April 2022).


Selain para pejabat tersebut, kegiatan juga dihadiri para pejabat dari Kodam XII/Tpr diantaranya Asops Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Ferdial Lubis, Aster Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Abdulah Jamali, Kakesdam XII/Tpr, Kolonel Ckm Dr. dr. Khairul Ihsan Nasution Sp.BS., Kabekangdam XII/Tpr, Cba Putra Bungsu Usman Tanjung dan Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Hendra Purwanasari, S.Sos.


Serbuan vaksinasi dosis 1, 2 dan 3 ini dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr dengan menurunkan personel Kesdam XII/Tpr dan Kodim 1207/Ptk sebagai terobosan dan program strategis guna mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadhan 1443 H.


Vaksinasi malam hari tersebut sangat direspon baik oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang mengikuti vaksin. Masyarakat yang mengikuti vaksin dalam kesempatan tersebut juga menerima bantuan berupa paket sembako.


Kapoksahli Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Handoko Nurseta mengatakan kegiatan serbuan vaksinasi dilaksanakan oleh Kodam XII/Tpr  guna mensukseskan program Pemerintah dalam pencapaian pelaksanaan vaksinasi di wilayah Kalbar khususnya kota Pontianak,


Kegiatan ini diharapkan dapat  membantu masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran agar tetap dalam kondisi sehat guna mencegah penyebaran atau terpapar virus Covid-19. Sekaligus membantu program pemerintah dalam pemberian vaksin 1,2,3 bagi masyarakat yang belum.


"Hal inilah yang menjadi perhatian bagi TNI dan tetap akan berlanjut di seluruh wilayah Kalbar, tentunya berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya," katanya.


Sekda Kalbar, dr. Harrison mengatakan, bahwa sebentar lagi akan melaksanakan libur panjang Idul Fitri dan kecenderungannya seperti tahun tahun sebelumnya sehabis libur panjang kasus Covid-19 akan meningkat. Untuk itu Pemerintah, TNI-Polri sekarang menggenjot  agar vaksinasi ketiga di masyarakat meningkat dari persentase yang sudah vaksin.


"Kita maksudkan supaya nanti setelah libur Idul Fitri, kasus akan tetap turun maka serbuan vaksin kita laksanakan sekarang. Terima kasih kepada TNI kepada Polri, Walikota yang terus berusaha untuk meningkatkan vaksinasi di Kota Pontianak maupun Kalimantan Barat," ucapnya.


Dalam kesempatan ini Sekda Kalbar mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dan yang paling penting sekarang ini adalah masyarakat di vaksinasi, sebab vaksinasi itu 6 bulan sudah turun efektivitasnya.


"Untuk itu masyarakat diharapkan sekarang yang sudah 6 bulan, silahkan untuk di vaksinasi ketiga, supaya kasus Covid-19 setelah libur panjang tetap akan turun  dan tetap stabil  tidak ada peningkatan kasusnya," kata dr. Harrison mengingatkan.


Sedangkan Walikota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono menyampaikan bahwa saat ini Pemkot Pontianak ingin mengejar target vaksin sampai dengan 100 persen termasuk Lansia. Karena capaian vaksin Lansia belum mencapai target 70 persen.


"Oleh sebab itu kami mengapresiasi vaksinasi yang diselenggarakan oleh TNI. Dengan kekuatan penuh kita berupaya untuk mengajak warga yang belum vaksin, termasuk yang sudah vaksin 1 dan 2," ucap Walikota.


Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan bahwa untuk Kota Pontianak saat ini capaian vaksin dosis 1 sudah mencapai 94,7 persen, untuk dosis 2 sebesar 83 persen, kemudian untuk anak anak 46 persen. Untuk Lansia baru 54,7 persen masih perlu terus diupayakan mencapai target.


"Adapun kendalanya pertama pemahaman tentang pentingnya vaksin masih kurang. Kedua kondisi kasus di Pontianak sudah rendah sehingga masyarakat merasa tidak ingin vaksin. Kita harap masyarakat bisa memahami pentingnya vaksin," harapnya. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update