Notification

×

Iklan

Kaum Milenial Wajib Paham Komunikasi Humanis Dan Beretika

Rabu, 27 April 2022 | 19.35 WIB Last Updated 2022-04-28T02:35:42Z
Kaum Milenial Wajib Paham Komunikasi Humanis Dan Beretika

PONTIANAKNEWS.COM (JAKARTA) - Kaum Milenial yang lahir dari tahun 1981 hingga saat ini di Indonesia sudah berjumlah kurang lebih 26 Juta Jiwa, itu artinya peran mereka sangat strategis di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.


Sayangnya, Problem besar dari Kaum Milenial adalah kemampuan berkomunikasi atau lebih tepatnya Komunikasi Interpersonal,  Mengurai  Masalah ini, STEBI Global Mulia Cikarang mencoba mengulasnya dalam Webinar Komunikasi Interpersonal “How to be good communication at Digital Era“ yang dilaksanakan pada hari Rabu (27 April 2022).


Hadir sebagai Narasumber Akademisi dan Trainer Motivator Adi Supriadi, S.Sos.I, MM. yang disiarkan secara Live Zoom dan  Youtube STEBI Global Mulia. Melalui webinar ini, STEBI Global Mulia  sebagai Kampus Ekonomi Syariah pertama di Kawasan Industri Cikarang memandang perlu pendidikan intensif untuk Generasi Millinial, Karena akan berpengaruh pada kesuksesan mereka disaat memasuki dunia kerja bahkan berpengaruh disaat Kuliah.


Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua 1 STEBI Global Mulia Cikarang Bidang Akademik, Anggi Setya Prayoga, MM bahwa diharapkan Webinar ini bisa meningkatkan pemahaman Generasi Milinial dalam komunikasi yang punya etika.


“Islam sudah mengajarkan Kepada Ummatnya untuk berkata yang baik-baik, dilarang berkata kotor dan keji, maka untuk melihat sisi praktisnya Kami mengadakan Webinar ini “ Kata Dr. Deni Lesmana, MM, M.Pd.


Ditambahkan Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Anggi Setya Prayoga, MM bahwa diharapkan Webinar ini bisa meningkatkan pemahaman Generasi Milinial dalam komunikasi yang punya etika.


Adi Supriadi, Selaku pembicara dalam Webinar ini menyampaikan bahwa Komunikasi adalah kebutuhan pokok manusia seperti kebutuhan pokok lainnya, dan yang penting untuk dikuasai adalah Skill Komunikasi Interpersonal karena akan selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


“Komunikasi Interpersonal itu bisa terjadi di rumah, kantor, jalanan, Mall dll. Dan tidak hanya bertatap muka langsung, bisa juga chating dan video call, intinya ketika dua individu bertukar pandangan, perasaan dan sikap tentang sebuah masalah apapun itu disebut Komunikasi antarpribadi “Papar Pria kelahiran Ketapang, Kalimantan Barat ini.


Adi Supriadi Melanjutkan bahwa Komunikasi itu harus mengandung unsur keterkaitan antara Komunikan dan Komunikator, Empati, Empati, Kontrol diri, Kepercayaan dan Keintiman. Disinilah perlunya pengorbanan seorang Komunikator untuk tidak mengutamakan egonya tetapi justru memperhatikan kebutuhan, keinginan dan kesenangan orang yang diajak berkomunikasi.


“Persoalannya adalah Kaum Milenial Kita tidak menguasai Skill ini, dari hasil riset di Amerika 65 persen Milenial tidak percaya diri dalam berinteraksi, dan 30 persen Milenial justru membatalkan pertemuan hanya karena tidak mau berkomunikasi langsung, Permasalahan yang muncul setengah dari mereka bermasalah dalam pengembangan karir, Ini pun terjadi juga di Indonesia,“ ungkap Aktivis dan Penggiat Media Sosial ini.


Faktor terlalu sering menggunakan gadget, pengaruh media sosial adalah penyebab utama rendahnya kemampuan komunikasi milenial, Sehingga Komunikasi tidak lagi humanis tetapi digitalis, lawan komunikasi sudah dianggap seperti Smartphone padahal Manusia, dampak buruknya Milenial seperti bersikap tidak sopan, tidak ada tata krama dan cendrung tidak punya empati secara emosi ke lawan bicara.


“Solusinya, harus banyak ruang bicara yang intim antara generasi yang lebih tua dengan kaum Milenial, Melatih mereka untuk Speak up dan belajar Etika Komunikasi, selain itu harus mampu berdamai dengan diri, kondisi diri dan bisa berdamai dengan masa lalu untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka“ pungkas Adi Supriadi. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update