Notification

×

Iklan

Kacab Kejari Entikong Hentikan Proses Penuntutan Kasus KDRT, Ini Penjelasannya

Jumat, 08 April 2022 | 22.35 WIB Last Updated 2022-04-09T05:35:02Z
Kacab Kejari Entikong Hentikan Proses Penuntutan Kasus KDRT, Ini Penjelasannya

PONTIANAKNEWS.COM (SANGGAU) – Mengedepankan Keadilan Restoratif Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong, Rudy Astanto, melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif terhadap tersangka PS dalam perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Jumat, tanggal 8 April 2022.


Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong, Rudy Astanto dalam siaran pers yang diterima redaksi Kalbarnews.co.id Nomor : PR-153/O.1.14.8/Kph.3/04/2022, yang diterima redaksi, bahwa tersangka PS dalam perkara KDRT sebelumnya disangkakan pada Pasal 44 Ayat (1) Jo Pasal 44 Ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Namun melalui mekanisme keadilan restoratif, masalah tuntutan pidana tersebut diselesaikan dengan jalan damai.


"Penghentian penuntutan dilakukan berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong Nomor: B-131/O.1.14.8/Eku.2/04/2022 tanggal 07 April 2022 yang sebelumnya telah dilakukan proses upaya perdamaian antara tersangka PS dan korban MMS yang dilakukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum," kata Kacabjari Entikong, Rudy Astanto.


Rudy mengatakan dalam proses perdamaian itu, turut disaksikan oleh Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Ketua RT yang kemudian disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi, dalam ekspose perkara oleh Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong melalui sarana elektronik via zoom.


Lebih jauh Rudy menambahkan, bahwa Program Restorative Justice atau Keadilan Restoratif dari Jaksa Agung ini diharapkan dapat bermanfaat dan menyatukan keluarga PS dan MMS serta mengembalikan PS kembali kepada aktivitas sebelumnya seperti keadaan semula.


"Serta mengingatkan kepada PS untuk tidak mengulangi perbuatan lagi melakukan kekerasan fisik kepada istri maupun anak," pungkasnya. (wd/tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update