Notification

×

Iklan


 

Warga Dan Personel Lanud Supadio Berjibaku Padamkan Api Di Sekitar Bandara

Rabu, 02 Maret 2022 | 18.55 WIB Last Updated 2022-03-03T02:55:26Z
Warga Dan Personel Lanud Supadio Berjibaku Padamkan Api Di Sekitar Bandara

PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) – Personel Lanud Supadio bersama masyarakat sekitar berupaya memadamkan api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dibeberapa titik sekitar Lanud Supadio Sungai Raya Kabupeten Kubu Raya, Rabu (02/03/2022).


Tampak Babinpotdirga Lanud Supadio bersama Tim Gabungan TNI dan Polri bersama masyarakat bahu-membahu memadamkan api di lahan gambut masyarakar seluas satu hektar are daerah Dusun Karya 2 RW. 04RT. 12 Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya itu.


Hal tersebut disampaikan Kasi Tahwil Dispotdirga Lanud Supadio, Letkol Kes I Gede Ery Armika, Ia menjelaskan upaya yang dilakukan Tim Gabungan selain pemadaman api di lahan gambut yang rentan sekali dan cepat penyebarannya, apalagi di saat musim kemarau seperti ini.


“Tim juga dilakukan upaya penyekatan lahan gambut dengan memberikan batas kedalaman tanah agar api tidak menyebar luas, dan kegiatan pemadaman api saat ini masih berlangsung,” jelas Kasi Tahwil Dispotdirga Lanud Supadio.


Letkol Kes I Gede Ery Armika mengatakan  Tim Gabungan ini meliputi unsur Damkar PT AAN, Babinpotdirga Lanud Supadio, Bhabinkamtibmas Polsek Sei Raya, Babinsa Koramil Sei Raya serta dibantu oleh Komunitas  Masyarakat Peduli Api (MPA)  Desa Kuala Dua.


Sementara itu Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Supadio, Letkol Sus MH. Deni A menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Kubu Raya khususnya dan warga yang berdomisili dimana saja di Wilayah Kalbar untuk mencintai alam dan tidak melakukan pembakaran lahan atau hutan.


“Mari bersama-sama cintai hutan alam lingkungan kita, juga lahan-lahan garap baik pertanian atau perkebunan, dan mari kita rubah mindset dalam pengelolaan lahan apa pun dengan cara tidak untuk membakarnya secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab,  yaitu mindset cara pengalihan lahan garap dengan beralih kepada teknologi dan tata cara kelola pertanian dan perkebunan (Lahan), jangan jadikan masyarakat Kalbar sebagai objek konsumen asapnya, dan jelas hal ini akan membahayakan dan merugikan kepada warga sekitarnya, yang secara medis membahayakan kesehatan (Ispa),  juga lingkungan secara luas, serta seluruh ekosistem yang ada di dalamnya,” jelasnya.


Letkol Sus MH. Deni A menjelaskan akibat Karhutla menyebabkan ketebalan asap akan mengganggu kepada jarak pandang (visibility) dan membahayakan bagi keselamatan penerbangan baik yang kedatangan maupun keberangkatan pesawat dari Bandara Internasional Supadio maupun Bandara lainnya yang ada di Wilayah Kalbar.


“Dengan tegas disampaikan himbauan dan penjelasan ini kepada pihak-pihak yang mempunyai lahan dimaksud jangan membakar lahan karena akibatnya merugikan semua pihak,” jelas Kapen Lanud Supadio. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update