Notification

×

Iklan


 

Sandiaga Uno Bersama Gubernur Melaunching Calendar Event Resmi Kalimantan Barat

Kamis, 10 Maret 2022 | 23.52 WIB Last Updated 2022-03-11T07:52:42Z
Sandiaga Uno Bersama Gubernur Melaunching Calendar Event Resmi Kalimantan Barat

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - ​​​​​​​Calendar Event Wisata Kalimantan Barat yang digagas Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.A.,


"Alhamdulillah, saya hari ini bisa diberi kehormatan oleh Gubernur Kalbar dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat untuk meluncurkan calendar event atau kalender promosi wisata yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Barat," kata Sandiaga Salahuddin Uno di Pontianak, Rabu malam (9/3/2022).

 

Peluncuran calendar event tersebut sebagai bagian dari kebangkitan ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


"Saya lihat ini bisa menggerakkan dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang luas dan melihat ini adalah sebagai kebangkitan ekonomi kita pasca pandemi," tutur Menteri yang dipanggil dengan sebutan Bang Sandi oleh masyarakat Indonesia.

 

Kegiatan menanam mangrove membuat Menparekraf jatuh hati karena menggabungkan ide inovasi baru dengan mengambil satu inisiatif konkret dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan wisata mangrove.


"Ada hal menarik yang merupakan kreasi anak muda. Sekarang kita sudah bisa menanam mangrove dengan teknologi digital, saya rasa hal ini menjadi suatu hal yang sangat menarik untuk dikembangkan karena memadukan kelestarian lingkungan, pariwisata, dan teknologi digital," tutur H. Sandiaga Uno.

 

Banyak sekali pendanaan yang sedang mengejar investasi di restorasi mangrove. Kemenparekraf akan mengarahkan berbagai pendanaan tersebut ke Provinsi Kalimantan Barat dengan harapan bisa menarik investor dan mengembangkan semua potensi mangrove yang ada di Kalbar.


"Ini menjadi bagian dari penyusunan ekonomi baru Indonesia. Karena kita tidak akan kembali ke ekonomi seperti sebelum masa pandemi, tetapi ekonomi baru yang berkelanjutan lingkungan berbasis digital dan memberdayakan anak-anak muda untuk membuka peluang usaha," jelas Menparekraf RI.

 

Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat menjelaskan saat ini Provinsi Kalimantan Barat memiliki 446 tempat wisata yang berpotensi untuk dikembangkan, baik wisata alam, wisata budaya, maupun wisata kuliner.


"Hanya saja, selain infrastruktur, kita juga masih lemah dari segi promosi. Untuk itu, kami sangat mengharapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa membantu mempromosikan agar bisa menyerap wisatawan nasional maupun mancanegara," harap H. Sutarmidji.

 

Tak hanya kaya wisata alam, Gubernur juga sebut Kalbar memiliki keunikan adat istiadat dan budaya. Jika ingin mewariskan perekonomian sumber daya masyarakat, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus terus dibangun dan dikembangkan.


“Sumber Daya Alam bisa habis, tapi kreativitas bisa terus dikembangkan, sehingga harus terus dilestarikan dan berinovasi untuk mengembangkannya,” saran Gubernur.

 

Hingga saat ini, Kalimantan Barat memiliki lebih dari 355 destinasi wisata yang sebagian besar adalah wisata alam.


“Seperti Kabupaten Bengkayang yang memiliki potensi wiasata yang sangat luar biasa. Namun, kelemahan kita ada  pada promosi. Sama hal nya dengan di  Temajuk, Kabupaten Sambas,” ujar Gubernur Kalimantan Barat.


Tak hanya wisata alam saja, Kalbar memiliki keunikan dan kekayaan lainnya, seperti adat istiadat dan budaya.


“Masyarakat Kalbar sangat heterogen dengan akar budaya yang masih asli dan sangat kuat. Itu bisa menjadi modal dasar Kalbar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga.


Gubernur Kalbar yakin dan optimis sektor pariwisata akan menopang ekonomi Kalbar maupun Indonesia kedepannya. Bahkan Gubernur memiliki obsesi untuk wisata alam di Kalbar, seperti pengembangan wisata mangrove seluas-luasnya.


“Kalau bisa, seluruh daerah di Kalbar ada wisata mangrove, kemudian membuat aplikasi untuk mencatat mangrove dan menjadi andalan PAD kedepan. Hutan mangrove di Kalbar sangat luas. Kita akan mulai menghimpun data mangrove dalam sebuah aplikasi agar perkembangannya bisa diketahui setiap waktu. Kemudian, saya mengucapkan terima kasih karena Menparekraf bersedia datang untuk me-lunching kalender event di Kalbar,” tutur Gubernur Kalbar.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, Perwakilan Lantamal XII/Pontianak, Kejaksaan Tinggi Kalbar, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dan Ketua Dekranasda Prov Kalbar. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update