Notification

×

Iklan

Minta Polisi Dan Satgas Pangan Selidiki Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng, Komisi II DPRD Kalbar Lakukan Ini

Selasa, 22 Maret 2022 | 01.06 WIB Last Updated 2022-03-22T08:06:44Z
Komisi II DPRD Kalbar Saat Tinjau Pabrik Produsen Minyak Goreng

PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat didampingi Disperindag Kalbar melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pabrik pembuatan minyak goreng kelapa sawit, peninjauan ini sebagai buntut warga yang masih mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan minyak goreng yakni PT Wilmar di Pontianak Utara pada Senin (21 Maret 2022).


Dari pemantauan tersebut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Suib mengatakan sejauh ini informasi dari pihak perusahaan menyatakan, stok dan produksi tidak berkurang bahkan lebih, sehingga Komisi II DPRD Kalbar menyatakan akan menyiapkan data untuk mengindentifikasi apa penyebab kelangkaan yang terjadi sedangkan produksi tidak berkurang atau terkendala.


"Kita komisi dua dprd kalbar akan meminta data dari berbagai sektor, sehingga kita bisa menyimpulkan penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng, sehingga tidak terjadi pada bahan pokok lainnya nanti," ungkap Suib.


Hal senada juga disampaikan oleh Mat Nawir Sekretaris Komisi II DPRD Kalbar yang juga Politisi PPP, Ia meminta kepolisian dalam hal ini satgas pangan menyelidiki apa penyebab kelangkaan sedangkan produksi aman dan berlebih, oleh sebab itu pasti ada spekulan yang bermain terhadap minyak goreng ini.


"Jika produksi minyak cukup bahkan lebih, itu baru satu pabrik, sementara di Kalbar ini kita tahu ada beberapa anak cabang perusahaan minyak, kenapa bisa langka, ini harus diselidik," ungkap Mat Nawir.


Sementara itu Roby Nazarudin , SH , MH Anggota Komisi II DPRD Kalbar  yang merupakan Ketua F-PKB juga meminta pihak satgas pangan serius menyelidiki penyabab kelangkaan minyak goreng, karena produksi yang normal menurutnya  bagaimana mungkin bisa langka.


"Kita minta satgas pangan selidiki penyebab langkanya migor ini, sebab produksi normal, kok bisa langka dipasaran, serta jelang ramadan pastikan stoknya aman dan tidak menggangu kebutuhan masyarakat," tambah Roby.


Dilain pihak Kepala Cabang PT.Wilmar, Muhammad Erwin mengatakan produksi minyak tidak ada kendala,Produksi seluruhnya tiap bulan 15 ribu ton. Terdiri dari 9.300 ton dalam kemasan sederhana, 3000 ton curah, dan 2700 ton kemasan 18 liter.


PT.Wilmar menyatakan tidak hanya masarkan produksi nya di Kalbar saja melainkan keluar daerah Kalbar. khusus untuk wilayah  Kalbar dari 15 ribu ton tadi sekitar 3.500 ton untuk dipasarkan di Kalbar atau sekitar 80 persen dari kebutuhan Kalbar sisanya untuk merk lain agar tidak monopoli.

 

Terlebih menjelang ramadan stok minyak diyakini aman dan tidak akan berkurang didistribusikan ke tiga distributor di Kalbar.


"Kami pastikan stok minyak goreng aman, sebab kami terus memproduksi dan tidak ada kendala kekurangan bahan baku sehingga kita tetap berproduksi," jelas Kacab Wilmar Pontianak.


Ketika di konfirmasi kalbarnews.co.id Kadisperindag Kalbar, Heronimus Hero menyatakan dengan melihat produksi PT.Wilmar artinya kebutuhan akan minyak di Kalbar dipastikan cukup bahkan lebih, Kebutuhan miyak goreng di Kalbar perbulan 3.800 ton sementara produksi mencapai 15 ribu ton. Sehingga Ramadhan mendatang dipastikan stok minyak goreng aman dan warga tidak perlu panik.


"Produksi PT.Wilmar ini melebihi kebutuhan warga kalbar perbulan, sehingga kami rasa seharusnya tidak terjadi kelangkaan minyak goreng, dan masyarakat tidak perlu khawatir dan panic buying," ungkap Kadisperindag Kalbar.


Sementara untuk harga sendiri PT Wilmar mengaku mengikuti aturan Kemendagri nomor 09, sementara untuk harga minyak kemasan sederhana mengikuti harga ekonomis yang ditetapkan pemerintah daerah.


Selain itu DPRD Kalbar juga meminta perusahaan PT Wilmar memperbanyak produksi minyak goreng curah, selain harga murah dan terjangkau juga dapat membantu pelaku umkm dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update