Notification

×

Iklan


 

Diduga Mencuri Buah Mangga Remaja Di Kubu Raya Tewas Dihakimi Massa

Kamis, 10 Maret 2022 | 14.47 WIB Last Updated 2022-03-10T22:47:30Z

Kondisi FIS Saat berada Di Puskesmas Sungai Durian Sungai Raya

PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) - Nasib tragis menimpa seorang remaja di Kabupaten Kubu Raya, hanya karena diduga mencuri mangga FIS (19) harus meregang nyawa usai dihakimi massa hanya gara-gara mencuri buah mangga.


Hal tersebut disanpaikan Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerold HY Kumontoy, S.I.K saat rilis peristiwa tersebut kepada sejumlah awak media di Mapolsek Sungai Raya jalan Adi Sucipto Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya pada, Kamis (10/03/2022).


Kapolres Kubu Raya menjelaskan peristiwa tersebut berawal pada hari Minggu (06/03) lalu sekira pukul 02:00 wib di jalan Menuju Rasau Jaya Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya ketika Korban berinisial FIS bersama temannya  berinisial DR yang berhenti karena hujan dan kemudian diduga mencuri mangga milik warga sekitar.

Para Tersangkan Pemukulan Hingga Tewas FIS Kini Ditahan Polres Kubu Raya

Perbuatan kedua pemuda ini diketahui penjaga malam di komplek Perumahan berinisial IS, yang kemudian mendatangi FIS dan DR dan melihat satu di antaranya masih berada di atas pohon mangga. 


"IS langsung memanggil kawan-kawannya dan menginterogasi keduanya dan karrna keterangan FR dan DR berbelit-belit kemudian dilakukan mereka emosi lalu terjadilah pemukulan," terang Kapolres.


AKBP Jerrold HY Kumontoy mengatakan ada beberapa orang yang kemudian menginterogasi kedua pemuda tersebut, namun ada 3 morang yang diamankan polisi karena diduga melakukan pemukulan hingga mengakibatkan FIS meninggal dunia.


Masing-masing berinisial IS, TW dan MD, ketiganya mengakui telah melakukan pemukulan karena merasa gerah dengan aksi pencurian yang dilakukan kedua pemuda tersebut.


AKBP Jerrold HY Kumontoy menerangkan, atas peristiwa tersebut, FIS mengalami sejumlah luka dan mengakibatkannya meninggal dunia. Di mana hasil forensik menunjukkan, korban meninggal setelah mengalami luka di dahi sebelah kanan.


"Setelah dipukuli baru keduanya diserahkan kepada kepolisian," jelasnya lagi.


Melihat kondisi FIS tersebut kemudian Polisi membawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan perawatan dan pengobatan, awalnya tidak terlihat hal yang mencurigakan dan terlihat FIS dan telah dilakukan  pengobatan  oleh tenaga medis di Puskesmas Sungai Durian Kecamatam Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

 

Jerrold melanjutkan, tepat pukul 09.00 WIB, FR mengaku pusing dan dibawa ke Puskesmas Sungai Raya. Setelah dirawat, FR dibawa kembali ke Mapolsek. Dan pada pukul 14.00 WIB, FR kembali mengeluh sakit, lalu dibawa ke Rumah Sakit Auri.


"Saat hendak dirujuk ke RSUD Soedarso, pukul 19.30 WIB, FR meninggal dunia di tengah perjalanan," jelas Jerrold.


Ditambahkan Jerrold atas kejadian tersebut, pihak keluarga membuat laporan kepolisian untuk proses hukum selanjutnya.


"Kasus ini sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkas Jerrold.


Salah satu tersangka pemukulan berinisal TW mengaku melakukan pemukulan karena kesal seringnya terjadi kehilangan  di sekitarnya, bahkan dirinya pernah harus mengganti terpal yang ketika itu di pakai acara di Masjidnya.


“Saya kesal karena sering kehilangan di tempat saya bahkan saya pernah harus mengganti terpal yang hilang senilai ratusan ribu karena hilang dicuri,” ujar TW kesal.


Sementara tersangka lain berinisial MD mengungkapkan  hal yang sama, sebenarnya tidak ada niat menganiaya hingga menagkibatkan korban meninggal tetapi karena seringnya  kehilangan  di sekitar rumah warga hal itu kemudian spontan dilakukan.


“Siapa yang tak geram dengan pencuri pak,” ujarnya.


Diakhir rilis tersebut Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerold HY Kumontoy  menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kubu Raya untuk tetap menjaga Kamtibmas di wilayah masing- masing tetapi juga tidak main hakim sendiri.


“Apabila menemukan suatu tindak pidana jangan menghakimi pelaku dan apabila menemukan pelaku kejahatan segera melaporkan ke pihak berwajib atau Polsek terdekat,” tegasnya.


Kapolres menambahkan terhadap ketiganya dikenakan persangkaan pidana pengeroyokan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP atau 351(3) KUHP Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update