Notification

×

Iklan

Satu Lagi DPO Keributan Berdarah Di Beting Yang Menyerahkan Diri

Kamis, 10 Februari 2022 | 17.01 WIB Last Updated 2022-02-11T01:01:44Z
Satu Lagi DPO Keributan Berdarah Di Beting Yang Menyerahkan Diri


PONTIANAKNEWS.COM (PONTIANAK) - Barisan Pemuda Melayu (BPM)  Kalbar Tadi malam berhasil menyerahkan 1 DPO bentrok berdarah atas nama AH Alias DO terduga Pelaku perkelahian di Kampung Beting  Pontianak Timur kejadian pada Selasa (08/02/2022) lalu.


Sebanyak lima orang diduga pelaku dari daerah Siantan, Pontianak Utara, telah menyerahkan diri ke polisi Melalui Ikatan Keluraga Besar Madura (IKBM) dan juga di hari yang sama dari pelaku  1 juga sudah menyerahkan diri, dini hari tadi pada Rabu (09/02/2020). Pelaku bersama keluarga meminta didampigi dari Ormas Barisan Pemuda Melayu (BPM)  Kalbar.


Mendapat laporan dari pihak kelurga pelaku, Ketum Barisan Pemuda Melayu (BPM)  Gusti Eddy, Langgsung berkordinasi sama Direktur intelkam polda kalbar Kombes pol. Enggar Brotoseno, dan Kasat  Kompol Hilmawan dan langgsung berkordinasi bersama pengurus Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar.


Dengan di Komandoi Denny Purwanto, Ketua Satgas pengamanan Barisan Pemuda Melayu (BPM)  kemudian begerak ke Kampung Beting Pontianak Timur, untuk kordinasi keluarga pelaku minta pendampingi dari BPM dan menjamin pelaku untuk diserahkan kepihak kepolisian wilayah hukum Polresta Pontianak.


Dalam penyerahan pelaku bernama Abdul Hadi Alias Dul Obeng, ini langgsung disaksikan oleh Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Indra Asrianto dan Kasat Intelkam Polresta Pontianak, Kompol Hilmawan dan Ketum BPM Gusti Eddy dan juga para pengurus BPM Kalbar.


"Saya sebagai Ketum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar memerintahkan teman-teman Satgas dan DPD Untuk mengawal kasus penegakkan hukum tindak kekerasan hingga tuntas, dan mari bersama-sama untuk kita menjaga Kamtibmas tetap aman di Kota Pontianak ini, dan inilah Kehadirnya BPM tegah masyarakat di Kalbar memjadi Penyeimbang juga untuk menjaga terciptanya Kamtibmas tetap aman dan nyaman,” ujar Edi.


Ketum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara hukum. Untuk memenuhi rasa keadilan. Aparat penegak hukum juga sedang mengejar pelaku dari kelompok masyarakat Beting Pontianak Timur.


“Kami dari Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar tetap mengawal kasus kekerasan di Kampung Beting ini hingga tuntas dan sehingga tercipta rasa aman di masyarakat Kota Pontianak,” tegas Gusti Edi.


Ketum Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalbar dengan diselesaikanya masalah ini maka akan tercipta rasa aman di masyarat Kota Pontianak dan masyarakat tidak ragu-ragu untuk beraktivitas seperti biasa.

 

“Kami BPM juga bekerja sama dengan semua pihak, baik pihak Kepolisian maupun Ormas yang ada di Kota Pontianak, menjaga kondusifitas di tengah masyarakat,” pungkasnya. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update