Notification

×

Miris, Satu Keluarga Di Garut Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni

Senin, 28 Februari 2022 | 15.55 WIB Last Updated 2022-02-28T23:55:19Z
Satu Keluarga Di Garut Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni

PONTIANAKNEWS.COM (GARUT) – Miris, satu keluarga yang tinggal di Kampung Pinggirsari RT 01 RW 05 Desa Cimaragas Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Jawa Barat, ternyata menempati rumah yang sudah tidak layak huni.


Rumah keluarga Bah Dumyati (72), itu kondisinya sudah tak layak huni terlihat dengan kondisi pintu sudah rusak,  lantai masih plur semen, jendela yang mulai rapuh, hingga atap rumah rusak berat


Dari informasi diperoleh media ini Bah Dumtati tinggal berdua bersama anak bungsunya yang baru menyelesaikan pendidikan dari Madrasah Aliyah setara SMA , Bah Dumyati  mengaku sudah 15 tahun begini kondisinya.


“Saya sudah tinggal kurang lebih 15 tahun disini, sekarang tidurnya di ruang tengah kalau ada tamu ya duduk seadanya,” kata Bah Dumtati saat ditemui di rumahnya, Senin (28/02/2022).


Bah Dumtati mengatakan niat untuk merenovasi rumah sudah ada sejak lama. Namun, pendapatannya yang bekerja sebagai pencari pasir di sungai, tak sanggup untuk membiayai renovasi rumah mereka.


“Jikalau ada rezeki dari hasil mengumpulkan pasir di sungai hanya mampu digunakan ia untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari tetapi sekarang sudah tak mampu lagi untuk mencari pasir di sungai jarena sudah tua," ujar Bah Dumyati .


Ia mengatak jika hujan air langsung masuk ke rumah, ia ditampung pakai ember. Tapi biasanya langsung surut, nggak sampai masuk ke ruang tamu.


Bah Dumyati dan keluarga hanya mampu berharap  bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut , Ia berharap pemerintah bisa membantunya merenovasi rumahnya, agar ia dan keluarganya bisa merasa tenang dan tidak ketakutan rumah runtuh dan bocor ketika hujan.


 "Dulu pernah berkoordinasi dengan ketua RT maupun RW setempat bahkan sudah beberapa kali di Foto untuk diusulkan minta bantuan rutilahu namun, sampai sekarang bantuan merenovasi rumahnya tak kunjung terealisasi dari program tersebut, begitupun ke pihak Desa namun hingga kini belum ada,” ujarnya sedih.


Bah Dumyati dan keluarga hanya bisa pasrah mengharapkan para dermawan yang bisa membantu dirinya dan keluarganya. (tim liputan).


Edior : Putri

×
Berita Terbaru Update