Notification

×

Empat Program Bank Indonesia Dalam Mengatur Inflasi Kalbar, Salah Satunya Bidang Pertanian

Senin, 07 Februari 2022 | 16.03 WIB Last Updated 2022-02-08T00:03:50Z
Kepala Bank Indonesia, Agus Chusaini saat Berikan Bantuan 


PONTIANAKNEWS.COM (SINGKAWANG) – Bank Indonesia mempunyai Program Dalam Pengembangan Klaster terutama Penyumbang Inflasi Kalbar, salah satunya adalah di Sektor Pertanian, Hal tersebut disampaikan Kepala Bank Indonesia, Agus Chusaini saat memberikan bantuan kepada Kelompok Tani Di Kota Singkawang.

 

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan Kemakmuran serta Kemandirian masyarakat Kalbar terutama dari sektor pertanian, Bank Indonesia Pontianak memberikan paket bantuan Peralatan Pertanian Kepada Kelompok Tani di Kota Singkawang yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Singkawang Irawan, Sabtu (05/02/2022) lalu.

 

Kepala Bank Indonesia Agus Chusaini mengatakan, Bank Indonesia mempunyai Program Dalam Pengembangan Klaster terutama Penyumbang Inflasi Kalbar, salah satunya adalah di Sektor Pertanian.

 

"Bank Indonesia memiliki empat program dalam  pengembangan klaster di Kalbar salah satunya untuk mengatur inflasi dan mengidentifikasi komoditas apa yang menyebabkan inflasi." kata Agus.

 

Bank Indonesia juga melakukan mapping Program yang sesuai mengingat luasnya lahan pertanian di Kalbar terutama di Kota Singkawang, untuk itu BI memberikan dukungan berupa bantuan sarana dan prasarana agar dapat memberikan nilai tambah di Kalbar termasuk di Kota Singkawang.

 

"Tingginya permintaan seperti sayuran menjadi salah satu penyebab inflasi di Kalbar. beberapa komuditi seperti sawi cabe kacang panjang dan lainnya menjadi menjadi perhatian BI." Lanjutnya

 

Program pertama  Bank Indonesia melakukan kerjasama lewat kelompok usaha yang ada di Kalbar khususnya kerjasama dengan TPID.

 

“Program Kedua pengembangan ekonomi dan UMKM Syariah menjadi sumber perekonomian baru dan melakukan pembinaan kepada pesantren dan pengusaha dengan kemandirian ekonomi pondok pesantren food fashion dan kerajinan.” ungkap Agus Chusairis

 

Peresmian Program Sosial Bank Indonesia Pengembangan Komoditas Hortikultura Kelompok Tani Jujur Akur Sukses Bersama di Singkawang diharapkan mampu mendongkrak kemakmuran masyarakat.

 

Program ketiga, terhadap bidang wirausaha Bank Indonesia mencari UMKM Potensial dan unggulan, dimulai dari produksi packaging, pengolahan sementara di bidang pertanian paska panen hingga pemasaran agar mendorong ekonomi didaerah.

 

"Terdapat inkubator bisnis Bank Indonesia selain kami memiliki pameran produk dan event untuk mempromosikan UMKM kalau di Pontianak ada namanya Saprahan sebagai display produk agar lebih dikenal dan program besar ada Festival Ekonomi Syariah dan KKI. Kami juga menghubungkan UMKM diberbagai daerah dengan program yang ada untuk mensuply bahan baku agar proses berjalan dengan baik,” paparnya.

 

Program Keempat yang dijalankan adalah local economy development didaerah yang bisa dilakukan dalam upaya memajukan masyarakat.

 

“Untuk program sosial Bank Indonesia ada 9 PSBI di Singkawang,” cetusnya.

 

Wakil Walikota Singkawang Irwan mengatakan jika negara Indonesia merupakan negara agraris sehingga menjadi pertanyaan jika memiliki masalah didunia pertanian.

 

“Terkait inflasi salah satu penyumbang adalah harga cabai rawit dan di Desember 2021 hampir 100ribu dan di Januari agak menurun di 88ribu tentu harus ada upaya produktifitas dengan luasan lahan selain dengan pendekatan tekhnologi adanya bibit unggul dan pupuk yang seimbang,” kata Irwan.

 

Ia menambahkan kerjasama yang baik dengan stakeholder instansi terkait termasuk akamedisi menjadi salah satu upaya agar bidang pertanian menjadi baik di Kota Singkawang.

 

"Termasuk kerjasama karena pendekatan tekhnologi adalah hal terpenting bagi bidang pertanian,” pungkasnya. (tim liputan).


Editor : Putri

×
Berita Terbaru Update