Notification

×

Iklan

Santri Di Parit Surabaya Meninggal Dunia Akibat Terseret Arus Sungai Dan Tenggelam

Jumat, 12 November 2021 | 01.27 WIB Last Updated 2021-11-12T09:27:27Z
Lokasi Santri Meninggal Di Parit Surabaya 


PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) – Seorang Santri Salah satu Pondok Pesantren bernama Andi Saputra (15) ditemukan meninggal dunia setelah hanyut dan tenggelam di tepian Sungai Ambawang tepatnya di Sungai Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, Jumat (12/11/2021).


Korban yang merupakan warga Desa Kapur Dusun Parit Mayor Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya ditemukan warga setelah hanyut dan terbawa arus saat mandi dan bermain bersama rekan-rekanya di sekitar jembatan Parit Surabaya Desa Pasak.


Peristiwa ditemukan meninggal dunia setelah hanyut dan tenggelam di tepian Sungai Ambawang tepatnya di Sungai Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang dibenarkan oleh Paursubbag Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Dodik Yulianto.


Kejadian bermula sekira pukul 08.00 wib, korban dan teman-temannya dari Pondok Pesantren menuju ke tepi Sungai Ambawang persisnya di Jembatan Parit Surabaya untuk mengangkut pasir.


“Sekiranya pukul 09.20 wib korban merasa gerah dan gatal-gatal, Kemudian korban bersama teman-temannya mandi di tepian sungai parit surabaya. Setelah itu korban bersama teman-temanya itu menuju ke sebrang sungai kurang lebih 50 meter dari tempat korban mandi, Selang berapa menit kemudian temanya atas nama Aldi Utomo sudah sampai ke sebrang sungai namun korban tidak sampai di karenakan arus yang deras,” terang Dodik.


Aldi Utomo sempat mengulurkan dan memegang tangannya untuk membantu korban namun terlepas dikarenakan pakaian yang di kenakan terlalu berat dan arus deras, Kemudian teman-temnan korban memanggil warga untuk membantu dan mencari korban yang terbawa arus tersebut.


“Pada sekira pukul 09.30 wib warga setempat yang berada dilokasi melakukan pencarian terhadap korban dengan cara menyisir sungai menggunakan sampan dan perahu serta motor air dan sekiranya pukul 10.50 wib, korban ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Dodik.


Dari informasi yang diterima korban sebenarnya bisa berenang namun karena korban menggunakan celana jeans dan arus surut yang deras sehingga tidak bisa terselamatkan, orang tua korban menerima dan menganggap kejadian tersebut adalah suatu musibah dan tidak menuntut pada pihak manapun.


Paursubbag Humas Polres Kubu Raya, Aiptu Dodik Yulianto saat ini korban sudah dibawa ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah untuk disemayamkan oleh pihak keluarga korban. (Sumber : Humas Polres Kubu Raya).


Uploader : Ade

×
Berita Terbaru Update