Notification

×

Iklan

Abdul Jamil Al Rasyid: Hubungan Antara Kesedihan Dan Mental

Sabtu, 20 November 2021 | 16.16 WIB Last Updated 2021-11-21T00:16:02Z
Abdul Jamil Al RasyidMahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand 

PONTIANAKNEWS.COM (PADANG) - Kesedihan adalah suatu perasaan yang murung akibat dari kecewa, putus asa dan duka. Kesedihan merupakan lawan dari kebahagiaan. Kesedihan termasuk perasaan yang tidak diinginkan oleh seseorang.


Setiap orang di dunia ini pernah merasakan kesedihan. Kesedihan juga bisa dikatakan penyakit karena kesedihan ini. Bisa saja berlarut-larut dilakukan oleh seseorang, berlebihan menanggapi sesuatu yang sedih, bisa saja menguras tenaga, pikiran, emosional seseorang.


Sedangkan mental ialah keadaan sejahtera dari psikis seseorang, mampu menanggulangi tekanan hidup bagi seseorang, mampu mengembalikan diri dan menempatkan diri bermanfaat bagi lingkungan.


Mental juga merupakan perasaan seseorang, cara berpikir seseorang, jiwa emosional seseorang serta aktivitas jiwa dalam diri seseorang. Mental manusia tentu berubah-ubah seiring berjalannya waktu.


Manusia tentu memiliki tekanan tersendiri untuk dirinya. Disinilah mental kita akan diuji, apabila kita melalui tekanan ini, bisa dikatakan mental kita sudah baik, begitu juga sebaliknya.


Kesedihan dan mental itu mempunyai hubungan, karena kesedihan bisa membuat mental seseorang menjadi down, panik, risau, galau dan lainnya.


Seseorang yang down akibat kesedihan menyebabkan efek terhadap dirinya sendiri. Misalnya orang tersebut yang biasanya ceria, sekarang malah sebaliknya. Bisa jadi efek ini disebabkan oleh kesedihan yang begitu mendalam bagi mental seseorang.


Mental Berkaitan Dengan Diri Seseorang Yang Bisa Saja Merubah Watak Seseorang


Apabila seseorang menjadi sedih akibat dari suatu masalah. Tentu kesedihan ini berpengaruh terhadap dirinya. Manusia tentu pernah merasakan kecewa terhadap orang lain, bisa jadi dengan kekecewaan itu, akibat terlalu dipikirkan, akan membuat mental seseorang menjadi down.


Apabila mental sudah down, maka untuk makan saja sudah tidak ada nafsu, cemas ketika kemana-mana, murung, dan sering termenung.


Kesedihan manusia acapkali dirasakan ketika manusia memiliki hubungan dengan manusia lainnya. Apalagi sekarang seseorang tentu memiliki perasaan cinta terhadap lawan jenisya. Jangan salah orang yang paling kita sayangi misalnya bisa membuat mental kita down, karena ini kita tentu menjaga-jaga agar mental kita tidak down. Mental sama seperti perasaan, ketika senang ikut senang dan ketika kita sedih bisa saja ikut sedih.


Seseorang yang sudah acapkali memiliki masalah dengan mentalnya, tentu dia merasakan perasaan tersebut. Oleh karena itu seseorang yang kena mental terhadap berhubungan dengan lawan jenisnya misalnya maka hal ini tentu memiliki efek tersendiri terhadap dirinya.


Seseorang yang sudah dikecewakan oleh orang yang paling disayangi misalnya, akan membuat diri orang tersebut tidak mau berhubungan dengan lawan jenisnya lagi. Karena hal ini bisa dikatakan efek dari mental down. Efek ini bisa saja lama dan bisa juga sebentar karena tergantung bagaimana seseorang itu menyikapinya.


Seseorang hidup diatas dunia, tidak mau jatuh ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya. Oleh karena itu sebagian orang yang pernah merasakan mental down akibat kesedihannya, tentu memiliki pandangan tersendiri terhadap sesuatu yang dihadapinya.


Seperti kesedihan akibat hubungan dengan lawan jenisnya, misalnya seseorang tidak mau lagi berhubungan karena menurut pemikirannya untuk apa kita berhubungan, toh akhirnya sama saja. Hal ini bisa saja berakibat positif dan juga negatif. Tergantung bagaimana seseorang menilai orang tersebut.


Mental tentu bisa saja menceritakan sifat seseorang, seseorang yang mentalnya sedang down biasanya cemas, murung dan bisa dilihat dari dirinya. Rasa takut tentu ada ketika mental kita down, pikiran kita bisa saja   dicuci oleh apa yang membuat kita sedih.


Oleh karena itu mental itu tidak bisa dibuat-buat karena berhubungan dengan psikis seseorang. Seseorang yang bersedih maka mentalnya disitu diuji. Tidak ada orang yang kuat akibat mental down. Setiap orang bisa saja merasakan mental down. Mental down akibat kesedihan tidak bisa dinormal-normalkan dalam kehidupan. Orang yang kena mental, tetap kena mental karena mental adalah perasaan.


Hubungan antara kesedihan dan mental tentu ada. Kesedihan adalah perasaan, oleh karena itu, seseorang memiliki mental yang kuat tergantung perasaan dirinya. Perasaan membawa mental seseorang ke mana dia mau.


Peristiwa yang terjadi di dunia nyata misalnya kesedihan adalah efek yang sering membuat seseorang kena mental. Pemulihan dari penyakit ini tentu tidak ada obat resep dokternya karena obatnya itu diri kita sendiri, ada yang lama kena mentalnya ada juga yang sebentar, ada juga yang lama, tergantung cara berpikir seseorang sampai kapan kita sedih ini.


Untuk itu seseorang yang pernah mengalami mental down, tentu berjaga-jaga terhadap peristiwa apa yang akan dilaluinya. Untuk itu kita berusaha sekuat mungkin untuk memiliki mental sehat karena kita tidak mau sedih dan mental kita menjadi down.

 

(Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid  Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek).


Editor : Ade

×
Berita Terbaru Update