Notification

×

Iklan

Warga Ini Bacok Tukang Pupuk Dan Ibunya Sendiri Hingga Tewas, Diduga Ini Penyebabnya

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07.33 WIB Last Updated 2021-10-21T00:52:36Z
Foto Ilustrasi
PONTIANAKNEWS.COM (SAMBAS) – Kabar heboh datang dari Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas seorang pria  membacok Ibunya sendiri hingga tewas, tidak hanya itu seorang tukang pupuk juga tidak luput dari keganasan pria ini hingga keduanya tewas ditempat.

Pria itu bernama Bidin ini diduga adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Ia mengamuk kemudian Bidin membacok 4 orang, termasuk ibu, dua saudaranya, dan seorang tukang pupuk. Ibu dan tukang pupuk tersebut tewas di lokasi kejadian.

Dari informasi yang dihimpun, Bidin pernah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Bodok di Singkawang selama 4 bulan pada 2012.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Sambas AKBP Laba Meilala, melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Sikko, Ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut pada Selasa (19 Oktober 2021).

"Pada Selasa, 19 Oktober 2021, sekira pukul 08.00 WIB, di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, telah terjadi peristiwa penganiayaan berat terhadap ibu kandung, yang dilakukan oleh anak kandungnya, yang diduga mengalami gangguan jiwa atau ODGJ," kata Sikko.

Pada saat kejadian seorang tukang pupuk bernama Behadi datang untuk mengantarkan pupuk yang dipesan oleh Jarniah, kakak ipar Bidin pada saat itulah tukang pupuk tersebut menjadi korban penganiayaan pelaku.

Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Sikko menjelaskan pada saat Behandi  menurunkan pupuk dari atas sepeda motor, Behadi menegur Bidin, untuk tidak menyakiti ibu kandungnya. Namun Bidin tidak terima, dan melakukan pembacokan kepada tukang pupuk tersebut dengan parang, dan mengenai kepala bagian belakang yang mengakibatkan tempurung kepalanya pecah.

“Mendengar kejadian itu, Jariah keluar rumah, untuk meminta pertolongan kepada tetangga. Tetangga langsung mengevakuasi Behadi lewat belakang rumah, karena Bidin masih duduk di depan rumah korban dengan memegang parang dan kapak,” jelas Kasat Reskrim Polres Sambas.

Berselang dua jam, dua saudara Bidin, yakni Mastur dan Durhani, datang ke lokasi, untuk menenangkan adiknya, namun tidak bisa.

Durhani kemudian memberanikan diri untuk menenangkan Bidin. Namun pria berusia 42 tahun itu spontan langsung membacok kakaknya. Durhani mengalami luka di bagian pinggang belakang.

Mastur kemudian berinisiatif melindungi Durhani. Namun ia juga dibacok bagian punggung belakang. Oleh warga setempat, kedua korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Paloh.

"Setelah melukai korban Mastur, pelaku melarikan diri ke hutan dan dilakulan pengejaran oleh warga beserta anggota Polsek Paloh, yang pada akhirnya dapat dilumpuhkan di belakang rumah pelaku," pungkas Sikko. (tim liputan).

Editor : Hairul

×
Berita Terbaru Update