Notification

×

Iklan

Team Crash Lanud Supadio Reaksi Cepat Selamatkan Kecelakaan Pesawat

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16.23 WIB Last Updated 2021-10-20T23:23:24Z
Team Crash Lanud Supadio Reaksi Cepat Selamatkan Kecelakaan Pesawat
PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) – Personil Lanud Supadio laksanakan reaksi cepat crash team lanud supadio dalampenyelamatan accident dan incident yang terjadi di lapangan Udara Supadio.

Hal tersebut tampak pada gelaran latihan Crash Team sebagai upaya aksi  penyelamatan pesawat yang mengalami accident atau incident, untuk menghindari kerugian yang lebih besar baik personel dan materiil, latihan ini dilaksanakan di taxy way (E/F) Lanud Supadio pada hari Selasa (19/10/2021).

Hal itu disampaikan Kasiopslat Lanud Supadio, Letkol Pnb. Leo Dumatubun disela-sela pelaksanaan latiahan, Ia mengatakan bahwa dengan diselenggarakannya latihan ini secara objektif, bertujuan  untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan Crash Team Lanud Supadio dalam penanganan accident atau incident pesawat Hawk-100/200 milik Skadron Udara I.

“Merefresh dan meningkatkan kemampuan personel yang terlibat, seperti unsur SAR Paskhas, unsur  medis, unsur Base Operation,  unsur Pemadam Kebakaran dan unsur Pengamanan, kemudian kata Leo,  dapat menyiapkan seluruh personel tersebut dan siap melaksanakan tugasnya apabila terjadi accident atau incident di wilayah Lanud Supadio,” jelasnyanya.

Letkol Pnb. Leo Dumatubun juga menjelaskan bahwa latihan crash team ini dilaksanakan langsung di lapangan dengan skenario latihan yaitu simulasi pesawat Hawk Skadron Udara I mengalami hyd fail, anti skid fail diikuti fire warning light menyala, setelah landing di runway 15 hard breaking menyebabkan R/Main Whell  deflated sehingga menyebabkan runway block dan pilot mengalami memar. 

Lebih jelasnya kasiopslat  juga mengatakan diawali berita informasi dari Base Operation Dinas Operasi bahwa ada kejadian pesawat Hawk yang telah mengalami kecelakaan accident atau incident kemudian sebagian pesawat terbakar, maka diperlukan reaksi cepat atau penanganan penyelamatan.

“Yang pertama dilakukan adalah tetap mengutamakan fungsi Safety setiap unsur penugasan Crash team, dengan  diawali fungsi tugas unsur Pemadam Kebakaran untuk mematikan api pada bagian pesawat yang terbakar, apabila kondisi engine pesawat masih hidup maka fungsi SAR melaksanakan shutdown engine, selanjutnya pilot pesawat yang berada di cocpit dievakuasi oleh SAR dari Yonko 465 Paskhas, kemudian melaksanakan Evakuasi Medis oleh Dukungan Kesehatan para tenaga medis RSAU dr. Mohammad Sutomo terhadap pilot untuk pertolongan lebih lanjut,” ungkapnya.

Adapun unsur Satpom, Intelijen dan Penerangan Lanud Supadio melaksanakan fungsi tugas pengamanan alutsista dan mencegah kebocoran informasi dari pihak yang tidak bertanggungjawab yang melihat atau mengupload terjadinya peristiwa tersebut.

“Dalam latihan Crash Team ini jumlah personel yang terlibat sedikitnya 50 orang,” pungkas Kasiopslat. (dens97_ penspo/tim liputan).

Editor : Hairul

×
Berita Terbaru Update