Notification

×

Iklan

Sejumlah Tokoh Pertanyakan Komitmen APH Kota Singkawang

Selasa, 19 Oktober 2021 | 04.31 WIB Last Updated 2021-10-19T11:31:29Z

Alun-Alun Kota Singkawang


PONTIANAKNEWS.COM (SINGKAWANG) -
Kota Singkawang telah genap berusia 20 tahun pada 17 Oktober 2021 kemarin, di usia yang cukup matang ini masih tercatat persoalan yang masih belum terungkapkan baik oleh Pemerintah Kota Singkawang maupun Aparat Penegak Hukum (APH).


Ibarat sebuah panggung hiburan, Kota Singkawang kerap tampil 'pede' dengan suguhan keindahan wisata alamnya nan eksotis. Namun bersamaan dengan itu, banyak pula ruang-ruang gelap yang terbangun kokoh di bawahnya.


Hal itu diungkapkan Deky Armadhani, dalam akun Facebooknya yang dikutip kalbarnews.co.id, Senin (18/10/2021) malam menyampaikan, terdapat sejumlah kegelisahan masyarakat yang masih tak terjawab selama ini. 


Hal yang sama disampaikan Ketua Forum Wartawan & LSM Kalimantan Barat, DR Sukahar, SH, MH, Ia mengatakan, dugaan-dugaan penyelewengan serta adanya penyimpangan dalam tata kelola keuangan dan penyelenggaraan pemerintahan yang diduga telah berakibat pada kerugian keuangan negara yang bahkan sudah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) sejauh ini memang seolah jalan ditempat.


"Sudah banyak yang dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) secara resmi, baik oleh perorangan maupun lembaga secara resmi. Tapi sampai saat ini tidak ada progres terkait laporan yang disampaikan, seperti (laporan) oleh Forum Wartawan & LSM Kalbar beberapa waktu lalu," ujarnya.


Sementara itu Sekjen Forum Wartawan & LSM Kalbar, Wan Daly Suwandi menyayangkan lamban penanganan aparat dalam mengusut tuntas segala pelaporan masyarakat yang masuk terkait adanya dugaan oknum pejabat korup di lingkungan Pemerintahan Kota Singkawang.
"Sangat disesalkan memang, untuk laporan oknum pejabat Kota Singkawang yang secara resmi lengkap, dengan dokumen pendukung, serta alat bukti yang disampaikan ke Kejaksaan Tinggi Kalbar satahun yang lalu, tapi sampai saat ini tidak ada progres terkait laporan disampaikan," ungkapnya.


Suwandi menyatakan, tidak heran jika hal ini kemudian menjadi tanda tanya besar publik, khususnya terkait keseriusan dan komitmen para aparat penegak hukum untuk bersama menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.


"Apakah penegakan hukumnya yang hebat atau oknum pejabatnya yang hebat? Sehingga tidak tersentuh oleh hukum," pungkasnya. (tim liputan).


Editor : Hairul
×
Berita Terbaru Update