Notification

×

Iklan

Peran Santri Terhadap Kemajuan Indonesia Mempertahankan NKRI

Minggu, 31 Oktober 2021 | 09.20 WIB Last Updated 2021-10-31T16:20:04Z

PONTIANAKNEWS.COM (KUBU RAYA) - Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Sungai Raya bedah Peran Santri Terhadap Kemajuan Indonesia Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui Webinar dengan menghadirkan Pemateri Zulfatur Rofi'ah, S.Ag Alumni Pondok Pesantren Darussalam Gontor Via Zoom Meeting, Sabtu (30/10/2021) Malam.

Pemateri Zulfatur Rofi'ah, S.Ag sebagai Pemateri dari Demak, dan Alumni lulusan Sarjana Agama Universitas Darussalam Gontor, Yang kini juga menempuh Pasca Sarjananya. Di ikuti juga peserta webinar Nusa Tenggara Barat Rekan Izwan Ariadi, Ketua IPNU IPPNU Kubu Raya, dan Puluhan Peserta Webinar lainnya.

Ketua PAC IPNU Sungai Raya, Sulaiman.S.Ag dalam sambutannya mengatakan di momentum hari santri sebagai pelajar tentu IPNU harus terus memahami peran serta dalam didukung Kemajuan Indonesia Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan mengikuti Wabinar ini  tentunya harapan kita terus mengambil sikap sebagai pelajar dalam mengapreasiasi hari santri nasional bagaimana peran kita agar terus mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PC IPNU Kabupaten Kubu Raya, Ulil Abshor, S.Pd, Sangat mengapreasiasi kegiatan Webinar bedah Peran Santri Terhadap Kemajuan Indonesia Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Luar biasa bisa diselenggarakan oleh PAC IPNU Sungai Raya. Apalagi bisa berkolaborasi dengan pemateri yang juga luar biasa, Selamat sekali lagi, atas terselenggaranya Webinar ini, Mudah-mudahan harapan dengan kegiatan tersebut mampu terus menambah wawasan kebangsaan dan terus istiqomah mengamalkan pundi-pundi pilar bangsa, salah satunya Menjaga NKRI,” ungkap Ulil Absor.

Ketua PC IPNU Kabupaten Kubu Raya, Ulil Abshor, S.Pd,  mengatakan IPNU sebenarnya sudah selaras dengan Akronim PBNU, hanya saja bedanya awalan I dan B yang sama sama memiliki Makna sirat yang dalam dilihat sudut pandangnya Indahnya Keberagaman, Pancasila, NKRI dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Bangsa.

“Tentunya kita sebagai santrinya Mbah Hasyim Asy'ari, teruslah berkhidmat dengan penuh semangat. Dan luruskan niat dalam berjuang membesarkan nama Organisasi Kita,” ajaknya

Sementara itu Zulfatur Rofi'ah, S.Ag selaku pemateri tersebut, Sangat mengapreasi kegiatan yang diadakan oleh Panitia dan Pengurus IPNU Kecamatan Sungai Raya, di Kalimantan Barat. Latar belakangnya sebagai santri lulusan Gontor Darussalam ini pernah mondok selama kurang lebih 9 tahun.

"Saya melihat, bahwa realita fenomena saat ini. Bahwa santri Sarungan dan modern sudah mengalami kemajuan teknologi. Namun, meski tidak sama seratus persen seperti dikala dalam pondok dan diluar pondok mengalami gesekan revolusi akhlak,” tuturnya.

Zulfatur Rofi'ah, S.Ag mengatakan menjadi santri ialah dengan memiliki akhlak karimah seperti santri pada umumnya. Meski yang mondok juga sebagian tidak menjamin kesantriannya.

“Namun kita tetap bangga dan terus menunjukkan akhlak kesantrian kita sebagai santri dan tetap wajib ikut menjaga Kemajuan dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutupnya *(Abshor).

Editor : ADE

×
Berita Terbaru Update